WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Uang Palsu yang Disita Bareskrim Dicetak dengan Bahan Sederhana

Tak satu pun lembaran uang yang disita oleh penyidik memiliki unsur yang mendekati uang asli karena dicetak secara sederhana

Uang Palsu yang Disita Bareskrim Dicetak dengan Bahan Sederhana
Warta Kota/Rangga Baskoro
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya bersama Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaedi memberikan keterangan mengenai pengungkapan uang palsu di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menangkap sindikat pembuat uang palsu di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

Para tersangka pembuat uang palsu berinisial AV, AS, TT, BH dan CM.

Baca: BERITA FOTO: Bareskrim dan BI Ungkap Uang Palsu Pecahan Rp100.000

Kelima tersangka tersebut memiliki peran berbeda dan ditangkap di sejumlah tempat yakni di Cianjur, Subang, Bekasi dan Cijantung, Jakarta Timur.

Baca: Sindikat Uang dan Dokumen Palsu Dicokok Polisi, Simak Videonya Berikut Ini

Suhaedi, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia mengatakan tingat kemiripan uang palsu yang belum sempat diedarkan tersebut dinilainya sangat mudah untuk diidentifikasi keasliannya.

"Dalam uang asli terdapat 12 unsur pengaman. Bisa kalau (uang asli) mau dipalsukan, tapi untuk membuat 1 unsur pengaman saja di dalam uang tersebut akan sangat sulit," kata Suhaedi di Kantor Bareskrim, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Meski bahan-bahan pembuatan uang asli dipasok dari dalam negeri, meski begitu tak sembarangan pihak bisa membeli bahan-bahan tersebut.

"Gak semuanya impor bahan-bahannya, ada yang produk lokal, tapi kalau mau membeli harus ada izinnya. Jadi gak sembarangan orang bisa memperjual belikan bahan untuk pembuatan uang asli," ujarnya.

Saat digeledah, polisi berhasil menemukan 27 lak uang asli. Satu lak berisi 100 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000.

Suhaedi menyatakan tak satu pun lembaran uang yang disita oleh penyidik memiliki unsur yang mendekati uang asli karena dicetak secara sederhana dengan peralatan yang juga ala kadarnya.

"Tingkat kemiripan kecil sekali. Bahkan gak ada yang mirip. Hanya gambarnya saja yang menyerupai uang asli," ungkapnya. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help