WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pemerintah Kesulitan Berantas Peredaran Minuman Beralkohol

Minuman oplosan dipilih lantaran harga sangat murah dengan kisaran Rp 25.000 hingga Rp 100.000 dan mudah didapat.

Pemerintah Kesulitan Berantas Peredaran Minuman Beralkohol
Warta Kota/Rangga Baskoro
Diskusi terkait peredaran minuman yang mengandung alkohol yang meresahkan. 

WARTA KOTA, SENEN -- Lakpesdam PWNU DKI Jakarta melakukan riset tentang Kenakalan Remaja di Jabodetabek. Dari hasil penelitian, ditemukan sejumlah fenomena yang cukup mencengangkan, yaitu dari total 327 responden kalangan remaja antara usia 12-21 tahun, sebanyak 22 persen menyatakan pernah mengkonsumsi minuman beralkohol (minol).

Bahkan, 65 persen diantaranya mengaku pernah mengkonsumsi oplosan.

Selain itu, akses remaja untuk mendapatkan minuman beralkohol dan oplosan sangat mudah. Paling banyak para remaja mendapatkan minuman alkohol dan minuman oplosan di warung jamu, yaitu sebesar 71,5 persen.

Warung kelontong 14,3 persen dan melalui perantara 7,1 persen.

Banyak pemuda yang beralasan minuman oplosan dipilih lantaran harga yang minol oplosan sangat murah dengan kisaran Rp 25.000 hingga Rp 100.000 dan mudah didapat.

Ketua Pansus RUU Minol DPR RI Arwani Thomafi, menyampaikan bahwa masih alotnya pembahasan dikarenakan adanya tarik ulur antara DPR dengan Pemerintah terkait pelarangan total atau pengendalian secara ketat.

"Ya memang ada tarik menarik antara teman-teman di internal DPR sendiri, termasuk juga dengan pemerintah. Sebenarnya sudah beberapa kali rapat, tetapi memang masih ada tarik menarik," kata Arwani, dalam diskusi 'Strategi Mencegah Konsumsi Minuman Beralkohol' di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Arwani menjelaskan, DPR dan Pemerintah sebenarnya sepakat tidak ingin menganggu atau bahkan menutup industri minuman yang resmi. Namun, lanjutnya, hingga saat ini belum ditemukan sebuah formulasi yang tepat antara tidak mengganggu industri dan juga tidak mengganggu kehidupan beragama khususnya umat Islam yang anti minuman beralkohol.

"Kita ingin kepentingan menjaga industri yang ada sekarang dengan bagaimana agar kepentingan masyarakat dalam kehidupan terutama sekali terkait kehidupan keagamaan yang dilakukan terutama oleh para pemeluk agama Islam itu bisa diperhatikan," ujarnya.

Sementara itu, Lakpesdam PWNU DKI Jakarta menilai bahwa sangat penting bagi pemerintah maupun pemangku kebijakan lainnya seperti DPR RI untuk bisa menjawab fenomena terkait minuman alkohol oplosan yang menghantui generasi muda milenial.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help