WartaKota/

Pemerintah Akui Ada Sejumlah Pembangunan Ruas Jalan Tol Dibiayai Aseng

Pemerintah menampik isu terkait rencana penjualan tol guna mencari dana untuk membangun proyek infrastruktur lainnya.

Pemerintah Akui Ada Sejumlah Pembangunan Ruas Jalan Tol Dibiayai Aseng
Biro Pers
ILustrasi pelaksanaan pembangunan jalan tol. 

Dalam hal ini, Basuki mencontohkan, pinjaman yang bersumber dari Pemerintah China atau loan China yang sering dituding "aseng".

"Kalau mengacu kalimat Pak Sungkono (anggota Komisi V), itu semua ruas ada 'aseng'-nya. Itu mungkin beliau terlalu emosi atau semangat. Hanya Kualanamu, Manado-Bitung, Samarinda-Balikpapan, dan Solo Ngawi. Satu lagi Cisumdawu," kata Basuki.

Sementara 61 persen sisanya bersumber dari pinjaman yang dilakukan BUJT. Itu pun, menurut dia, ada beragam jenis mulai dari penerbitan obligasi, sekuritisasi pendapatan seperti yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk terhadap Tol Jagorawi, hingga pelepasan sebagian saham konsesi tol.

"Jangan pakai kata dijual, tapi disekuritisasi, dikerjasamakan. Asetnya tetap aset pemerintah yang diamanatkan oleh Kementerian Keuangan," tutup Basuki.

Sebelumnya, anggota Komisi V dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Sungkono, menyatakan, ada banyak hal yang perlu dievaluasi terkait pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan tol.

Setelah melakukan kunjungan ke proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, ada satu ruas dari 99 kilometer dibiayai APBN, namun sisanya dibiayai pinjaman dari China.

"Ini perlu kita evaluasi. Kita pinjam ke suatu negara yang terlalu banyak terlibat di dalam pengelolaan keuangan. Misalnya banyak kontraktor dari China, tenaga ahli dari China," kata Sungkono.

Menurut dia, yang namanya penguasaan itu harusnya berpihak kepada kepentingan nasional. Indonesia pinjam dengan bunga kompetitif dengan perjanjian yang sudah saling disepakati.

"Saya mohon dalam perjanjian selanjutnya, kalau ini dibiarkan terus-menerus, kita bicara kepentingan nasional ya. Jangan sampai kita bicara nasional, tapi justru menguntungkan pihak lain," sebut Sungkono. (Dani Prabowo)

Sebelumnya, telah diunggah Kompas.com dengan tautan: DPR Tuding Jalan Tol Dikuasai "Aseng"

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help