WartaKota/

Fakta Persidangan Ungkap Otak Kasus Tanah Kosambi

Fakta persidangan pun perlahan - lahan terungkap. Setelah Jaksa Penuntut Umum, Marolok Halomoan menyecar sebanyak 21 pertanyaan kepada terdakwa.

Fakta Persidangan Ungkap Otak Kasus Tanah Kosambi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Suasana persidangan kasus Tanah Kosambi, Rabu (6/12). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG - Sidang kasus tindak pidana pemalsuan dan penggelapan ke dalam Akta Autentik terhadap korban Adipurna Sukarti dengan terdakwa Suryadi Wongso dan Yusuf Ngadiman kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (6/12/2017).

Dalam sidang hari ini beragendakan pemeriksaan terdakwa.

Fakta persidangan pun perlahan - lahan terungkap. Setelah Jaksa Penuntut Umum, Marolok Halomoan menyecar sebanyak 21 pertanyaan kepada terdakwa.

Suasana persidangan kasus Tanah Kosambi, Rabu (6/12).
Suasana persidangan kasus Tanah Kosambi, Rabu (6/12). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Terdakwa yakni Suryadi Wongso serta Yusuf Ngadiman sebagai Direktur Utama dan Komisari PT Salembaran Jati di Kosambi, Kabupaten Tangerang yang tadinya bekerja sama dengan korban.

PT Salembaran Jati ini perusahaan yang bergerak di bidang properti dan pergudangan. Korban pun merasa tertipu miliaran rupiah dan melaporkan kedua orang tersebut ke pihak berwajib.

"Terungkap bahwa kasus ini diotaki oleh Yusuf Ngadiman," ujar Marolok dalam persidangan di PN Tangerang, Rabu (6/12/2017).

Fakta tersebut juga dinyatakan langsung oleh Suryadi Wongso.

"Memang tidak ada koordinasi dengan Adipurna. Semua operasional PT Salembaran Jati dilakukan oleh Yusuf Ngadiman," ucap Suryadi Wongso saat dicecar pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Ia menjelaskan Komisari dalam PT itu hanya sebagai pelengkap saja dalam Akta Autentik. "Akta itu juga tidak ditanda tangani oleh Adipurna. Yusuf hanya memberitahu secara lisan. Yusuf juga yang memalsukan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help