WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Fahri Hamzah: Saya Mendengar Setya Novanto Sedang Dirayu Agar Mau Jadi Justice Collaborator

Sayangnya, pihak KPK tidak memperkenankan mereka menemui Novanto, dengan alasan hanya keluarga dan kuasa hukum yang dizinkan.

Fahri Hamzah: Saya Mendengar Setya Novanto Sedang Dirayu Agar Mau Jadi Justice Collaborator
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua DPR Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kedua kiri), Fahri Hamzah (kiri), Taufik Kurniawan (kanan), dan Agus Hermanto (kedua kanan), berjabat tangan usai memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus e-KTP oleh KPK, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/7/2017). 

WARTA KOTA, KUNINGAN - Dua Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, mendatangi Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017).

Fahri dan Fadli ingin membesuk kolega mereka, Setya Novanto, yang ditahan di Rutan Merah Putih KPK.

Sayangnya, pihak KPK tidak memperkenankan mereka menemui Novanto, dengan alasan hanya keluarga dan kuasa hukum yang diizinkan.

Namun, alasan lembaga anti-rasuah yang tidak membolehkan orang luar membesuk Novanto itu, dinilai Fahri Hamzah sangat aneh.

Baca: Berkat Perhutanan Sosial, Masyarakat Desa Tebing Siring Tanah Laut Kini Bisa Sering Ganti Baju

"Apa yang dilakukan KPK ini sangat aneh," kata Fahri dalam voice message yang diterima wartawan, Rabu (6/12/2017).

Dirinya mendengar banyak anggota DPR yang minta bertemu Novanto, tidak dibolehkan oleh KPK untuk bertemu.

"Sampai saya pernah mengusulkan agar DPR, dalam hal ini Pansus Angket KPK, melakukan inspeksi mendadak (sidak) saja ke KPK," ujarnya.

Baca: Warga Bingung Mau Mengadukan Apa ke Kecamatan Pademangan

Fahri mengaku mendengar kabar dan menerima surat tentang keadaan Ketua DPR Setya Novanto diisolasi penuh, dan tidak boleh didatangi oleh orang-orang.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help