WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Banyak Tabung Gas Kosong karena Pengecer hanya Dijatah 15 Tabung per Hari

Warung-warung kecil yang menjadi pengecer gas melon pun mendapatkan jatah yang sangat terbatas dari agennya.

Banyak Tabung Gas Kosong karena Pengecer hanya Dijatah 15 Tabung per Hari
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Petugas tengah menata gas elpiji 3kg yang kosong di salah satu toko Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017). Sejumlah warga Jakarta mengeluh akibat langkanya gas elpiji 3 kg di sejumlah agen-agen dan warung eceran. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kelangkaan gas melon yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini menimbulkan sejumlah masalah dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari harus antre dan rebutan gas sampai masyarakat terpaksa tidak bisa memasak.

Warung-warung kecil yang menjadi pengecer gas melon pun mendapatkan jatah yang sangat terbatas dari agennya.

Demikian disampaikan oleh Wawan, salah satu pengecer gas melon yang ada di Jalan Rawamangun Jakarta Timur.

"Udah seminggu ini gas melon memang langka, tapi alhamdulillah tiap hari ada. Kita kan dijatah sama agen. Sekarang cuma dapat 10 sampai 15 tabung paling banyak. Itu tumpukan tabung kosong semua," kata Wawan kepada Warta Kota pada Kamis sore (07/12).

Sangat terbatasnya pasokan dari agen untuk para pengecer membuat gas melon segera ludes menjadi rebutan warga yang hendak membeli gas dengan ukuran dan harga yang cukup ekonomis tersebut.

"Nggak nyampe sejam udah ludes, padahal di sini kan banyak pengecer tuh di belakang tapi ya tetap aja pada habis karena memang pasokannya sangat kurang," tambah Wawan.

Akibatnya, banyak warga yang tidak bisa mendapatkan gas melon sehingga tidak bisa memasak untuk keluarganya.

"Dalam satu minggu belakangan ini saya dan keluarga terpaksa beli makanan karena nggak bisa masak. Gimana mau masak wong gasnya aja nggak ada," ungkap Warni, seorang ibu rumah tangga di Jalan Rawamangun, Jakarta Timur.

Masyarakat berharap agar pemerintah khususnya Pertamina yang memiliki kewenangan terhadap pasokan gas dapat segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah kelangkaan gas yang sedang terjadi.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help