WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Agen juga Dijatah hanya 250 Tabung per 2 Hari

Sejak awal Desember memang langka. Datangnya dua hari sekali 1 truk yang isinya 250 tabung.

Agen juga Dijatah hanya 250 Tabung per 2 Hari
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Warga berdesakan rebutan gas Melon di Palmerah. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kelangkaan gas melon yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini dan menimbulkan sejumlah masalah di masyarakat membuat Warta Kota tertarik menelusuri dan melakukan pengecekan langsung ke toko agen gas.

Penelusuran dimulai dengan mencari data agen yang terdaftar di website Pertamina. Warta Kota yang saat itu sedang berada di wilayah Jakarta Pusat mencoba mendatangi salah satu agen yang terdaftar yakni Pusat Koperasi Dephan yang berada di jalan Menteng Raya, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Namun, saat sampai di lokasi yang dituju, semua petugas koperasi sedang mengikuti rapat sehingga Warta Kota tidak bisa melakukan pengecekan.

"Pada rapat semua pak. Tapi di sini kita nggak jual gas," kata petugas keamanan yang sedang berjaga di posnya.

Selanjutnya, Warta Kota mencoba menelusuri alamat lain dari agen gas yang terdaftar di website Pertamina. Masih di kawasan Jakarta Pusat, Warta Kota coba mendatangi agen Pratama Mita Makmur yang beralamat di Jalan Percetakan Negara III.

Namun, sekali lagi, tidak ditemukan agen gas di sepanjang jalan tersebut.

Tidak berhenti di situ, Warta Kota melanjutkan penelusuran dan mendapatkan informasi dari salah seorang warga bahwa terdapat satu agen gas yang beralamat di Jalan Percetakan negara XI Jakarta Pusat.

Setelah ditelusuri ternyata benar bahwa terdapat satu agen gas di daerah tersebut yakni tepatnya berada di Kampung Rawasari RT 12 RW 05, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Agen ini terdaftar atas nama PT Sinar Langit Timur yang dimiliki oleh Maulana Yusuf. Akan tetapi saat itu yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Warta Kota hanya menjumpai ayah dari Maulana Yusuf yang bernama Sukarli dan berhasil mendapatkan keterangan dari beliau.

"Sejak awal Desember memang langka. Datangnya dua hari sekali 1 truk yang isinya 250 tabung," tutur Sukarli kepada Warta Kota.

"Itu kita kasih jatah buat pengecer satu kelurahan. Kan banyak tuh warung-warung yang jual gas melon. Masing-masing dapat jatah 10 tabung. Belum lagi yang langsung datang kemari karena harga agen kan lebih murah, cuma 16 ribu rupiah," tambah Sukarli.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help