WartaKota/

12 Warga Bekasi Terjangkit Difteri

Sebanyak 12 warga Bekasi terjangkit kuman Difteri. Mereka kini ditangani dinas kesehatan setempat.

12 Warga Bekasi Terjangkit Difteri
Istimewa
ILUSTRASI vaksinasi. 

WARTA KOTA, BEKASI-Sebanyak 12 orang di Kota Bekasi terserang penyakit difteri. Penyakit ini menyerang selaput lendir pada bagian hidung dan tenggorokan yang disebabkan oleh kuman.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati mengatakan, orang yang terserang penyakit itu tercatat sejak Januari hingga 6 Desember 2017. Dari 12 orang, kata dia, empat di antaranya berusia dewasa sedangkan delapan sisanya adalah anak-anak.

Meski begitu, dia memastikan seluruh pasien tersebut tidak ada yang sampai meninggal dunia. Sebab semua pasien yang didiagnosa penyakit ini langsung mendapat pelayanan kesehatan.

“Sejauh ini semua pasien sudah sembuh karena langsung mendapatkan perawatan dari petugas kesehatan,” kata Dezi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pada Kamis (7/12/2017).

Dia mengatakan, ada banyak faktor yang memicu terjadinya penyakit ini. Salah satunya adalah karena lemahnya daya tahan tubuh.

Sementara untuk anak-anak, karena belum mendapat vaksin dasar yakni difteri, pertusis dan tetanus (DPT) dari tingkat I hingga III.

Menurut dia, bayi yang baru lahir pada umumnya menjalani vaksinasi DPT I hingga III secara bertahap. Tujuannya untuk memberikan daya tahan tubuh terhadap penyakit ini.

“Kita sering mengimbau kepada orang tua agar anaknya yang baru lahir segera divaksin DPT karena sangat penting untuk kekebalan tubuh,” jelasnya.

Dia menyatakan, di daerah lain penyakit ini bisa mengakibatkan kematian. Gejala penyakit tersebut adalah demam tinggi, hilangnya nafsu makan dan hidung kerap mengeluarkan lendir.

Untuk itu bila ada warga yang merasakan gejala itu, segera memeriksakan fisiknya ke layanan kesehatan untuk mendapat penanganan.

“Penyakit ini bisa menular lewat udara dan lendir seperti air liur. Bila tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan kematian,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi menambahkan, sejak Maret lalu pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi terhadap ancaman penyakit difteri.

Sosialisasi dilakukan mulai dari Posyandu, Puskesmas, sampai dengan rumah sakit baik milik swasta maupun pemerintah.

“Kemarin kami juga mendapatkan pengarahan dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Kusnanto mengatakan, telah menjadwalkan imunisasi massal untuk mencegah kasus difteri di wilayah setempat.

Hal ini menyusul adanya penetapan status kejadian luar biasa oleh Kementerian Kesehatan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

“Untuk Kota Bekasi adalah salah satu bagian dari Jawa Barat yang menjadi sasaran imunisasi difteri," kata Kusnanto.

Sampai saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bekasi sedang mendata anak yang menjadi sasaran untuk diimunisasi ulang.

Namun, jika mengacu pada data imunisasi campak dan rubella, jumlah sasarannya adalah 658.000 dari usia 0-15 tahun.

“Untuk difteri akan lebih banyak lagi, karena sasarannya usia 0-19 tahun, sekarang kami masih mendata,” jelasnya.

Dia manargetkan imunisasi massal difteri berlangsung pada Desember ini. Adapun logistik vaksin dijamin ketersediannya oleh Kementerian Kesehatan.

“Logistik vaksin belum dikirim, nanti setelah ada data sasarannya baru didistribusikan,” katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help