WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Soal Kursi Angkot Hadap Depan, Ini Jawaban Kadishub DKI

"Kalau penumpang yang duduk di belakang atau di pojok mau turun otomatis kan yang duduk di depan juga harus turun..."

Soal Kursi Angkot Hadap Depan, Ini Jawaban Kadishub DKI
Warta Kota/Hamdi Putra
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Andriansyah. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Angkutan kota atau angkot merupakan moda transportasi darat yang menjadi andalan masyarakat perkotaan kelas menengah ke bawah. Selama ini, kendaraan ini dikenal identik dengan kursi penumpang yang berhadap-hadapan sehingga posisi duduk penumpang menghadap ke samping kiri atau kanan, bukan ke depan. Dengan kabin seperti itu, daya jangkau angkot menjadi luas dan itulah salah satu alasan mengapa masyarakat memilih moda transportasi ini.

Namun, akhir-akhir ini beredar informasi bahwa pemprov DKI Jakarta mewajibkan kursi penumpang angkot menghadap ke depan di samping ketersediaan pendingin ruangan atau air conditioner (AC). Perubahan ini dilakukan demi kenyamanan penumpang.

Informasi ini dibantah oleh Kepala DKI Jakarta'>Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andriansyah. Menurutnya, sejauh ini informasi tersebut baru sekadar usulan dari organda. Belum ada kebijakan yang mewajibkan kursi penumpang angkot menghadap ke depan.

"Jadi gini, kalau aturan mengenai posisi duduk angkot sampai saat ini masih berhadapan, belum ada aturan menghadap ke depan. Jadi tidak benar awal Februari akan diterapkan seperti itu," bantah Andriansyah.

"Memang ada usulan dari Organda angkot itu duduk penumpangnya menghadap ke depan. Mungkin menyangkut aspek kenyamanan tapi itu kan baru usulan, masih ada pembahasan lain," tambah Andriansyah kepada Warta Kota.

Kadishub DKI Andriansyah mengakui bahwa jika kursi penumpang angkot menghadap ke depan memang akan menambah kenyamanan bagi penumpang. Akan tetapi itu hanya sementara lantaran angkot adalah transportasi jarak dekat dengan bus stop yang dekat pula.

"Sekarang kalau penumpang yang duduk di belakang atau di pojok mau turun otomatis kan yang duduk di depan juga harus turun. Bentar-bentar turun, bentar bentar-turun. Nyaman ngga?" lanjut Andriansyah.

Selain faktor tersebut, menurut Kadishub Andriansyah jika aturan mengenai kursi penumpang angkot menghadap ke depan diberlakukan di Jakarta maka akan berpengaruh terhadap keterangkutan jumlah penumpang.

"Kalau duduk menghadap ke depan tingkat keterangkutannya menjadi lebih sedikit sehingga nanti armadanya menjadi makin banyak yang ada malah makin macet," kata Andriansyah.

Kadishub menyarankan agar masyarakat dan pihak angkutan umum mengikuti aturan yang sudah ada. Jika ingin melakukan perubahan alangkah baiknya dilakukan terhadap faktor kenyamanan dan fasilitasnya seperti AC, sistem pembayaran, sikap dan etika pengemudi dan lain sebagainya.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help