WartaKota/

Perusahaan Migas Bekasi Ubah Pola Bisnis

Perusahaan Minyak dan Gas milik Kabupaten Bekasi, PT Bina Bangun Wibawa Mukti mengubah pola bisnis dengan hanya mengolah gas terproses dari Pertamina.

Perusahaan Migas Bekasi Ubah Pola Bisnis
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga antre membeli elpiji 3 kg seharga Rp 16.000 pertabung, dalam operasi pasar elpiji 3 kg di 24 agen LPG di Kota Depok, Kamis (6/4/2017). 

WARTA KOTA, BEKASI - Perusahaan Minyak dan Gas milik Kabupaten Bekasi, PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) mengubah pola bisnis dengan hanya mengolah gas terproses dari Pertamina.

Gas terproses adalah proses pembersihan gas flare, kemudian hasilnya berupa gas bersih dan dijual kembali ke Pertamina.

"Gas flare adalah gas yang didapat dari proses ekpslorasi minyak bumi. Gas ini ikut terangkat saat minyak diambil dari dalam perut bumi," kata Direktur Utama PT BBWM Prananto Sukodjatmoko saat acara tasyakuran produksi Perdana Gas Terproses di Kilang LPG Tambun, Rabu (6/12/2017).

Menurut dia, pengolahan gas terproses lebih menguntungkan dibanding hanya bertahan pada skema jual-beli minyak.

Apalagi penyerapan di hilir sekarang kian lesu, sehingga dia menilai mengolah gas terproses dapat menaikan pendapatannya minimal 10 persen.

"Pendapatan yang kita setor ke pemerintah tahun 2017 hanya Rp 2,2 miliar. Dengan pengolahan ini, kita berharap bisa menaikan PAD," ujar Prananto.

Prananto memaparkan, rendahnya perolehan PAD pada tahun ini karena dipicu oleh harga minyak dunia yang kian lesu.

Pada 2014 lalu harga minyak di tingkat dunia mencapai USD 100 per barel, bahkan di bulan Juni pada tahun yang sama kian anjlok menjadi USD 50 per barel.

Kenaikan hanya sempat terjadi pada bulan Mei 2015 menjadi 61 USD per barel.

Harga minyak dunia itu mempengaruhi harga propane butane atau bahan dasar elpiji, sehingga ikut turun pada periode yang sama.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help