WartaKota/

Pengguna Gas Subsidi di Bekasi Beralih ke 12 Kilogram

Sejumlah warga di Kota Bekasi terpaksa beralih ke gas elpiji nonsubsidi 12 kg menyusul sulitnya gas elpiji subsidi 3 kg di pasaran.

Pengguna Gas Subsidi di Bekasi Beralih ke 12 Kilogram
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas tengah menata gas elpiji 3kg yang kosong di salah satu toko Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017). Sejumlah warga Jakarta mengeluh akibat langkanya gas elpiji 3 kg di sejumlah agen-agen dan warung eceran. 

WARTA KOTA, BEKASI - Sejumlah warga di Kota Bekasi terpaksa beralih ke gas elpiji nonsubsidi seberat 12 kilogram. Menyusul sulitnya gas elpiji subsidi 3 kilogram di pasaran.

Salah seorang warga, Sumarni (52) mengaku, terpaksa harus membeli tabung gas 12 kilogram seharga Rp 140.000, karena sejak Senin (4/12) lalu dia kesulitan membeli gas elpiji 3 kilogram.

Hal itu terpaksa dia lakukan karena sangat terdesak.

"Kalau tidak ada gas elpiji, bagaimana saya bisa masak makanan untuk suami dan anak-anak. Sedangkan membeli lauk pauk cukup mahal dan hanya bisa dimakan sekali," ujar warga Jalan KH. Muchtar Tabrani RT 02/02, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi ini pada Rabu (4/12/2017).

Sumarni mengaku tidak mengetahui penyebab kelangkaan tabung gas melon ini.

Dia sudah menanyakan langsung ke sejumlah agen gas dan warung di dekat rumahnya, namun mereka menyebut pasokan sedang sulit.

"Saya juga tidak mengetahui kenapa gas melon begitu langka, padahal sebelumnya biasa saja," katanya.

Senada diungkapkan oleh Riani (34) warga Kelurahan Perwira, Bekasi Utara.

Dia harus menyiapkan uang lebih untuk membeli tabung gas 12 kilogram guna keperluan masak rumah tangganya.

"Anak saya tidak mau makan kalau bukan masakan saya, jadi dari pada dia tidak makan mendingan saya beli tabung 12 kilogram," katanya.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help