WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Koran Warta Kota

Pembelian Gas Melon Kini Dibatasi, Harga Melambung

Kelangkaan itu membuat Rukmini dan suaminya, Yasin (43), nyaris tidak bisa lagi berjualan gorengan.

Pembelian Gas Melon Kini Dibatasi, Harga Melambung
Warta Kota
Headline Warta Kota Rabu, 6 Desember 2017 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Rukmini (41) mengaku kebingungan gara-gara langkanya gas elpiji berukuran 3 kilogram (kg) atau gas melon, baik di agen gas maupun warung di sekitaran rumahnya.

Kelangkaan itu membuat Rukmini dan suaminya, Yasin (43), nyaris tidak bisa lagi berjualan gorengan.

"Semingguan lebih saya dan suami tidak bisa jualan gorengan. Biasanya, pagi-pagi di rumah sudah siap berangkat jualan. Semenjak gas melon langka, setiap pagi saya sama suami malah sibuk nyari gas. Semingguan ini Pak, enggak ketemu. Habis semua," katanya saat ditemui ketika sedang mengantre di salah satu agen di kawasan Palmerah Barat, Jakarta Barat, Selasa (5/12).

Diakui Rukmini, ia pernah menemukan agen yang masih punya stok elpiji 3 kg. Namun harganya sudah melonjak tinggi.

"Ketemu gas melonnya itu juga di kawasan Cengkareng. Itu pun harganya Rp 25.000," tuturnya.

Padahal biasanya harganya hanya Rp 16.000.

Dikatakan Rukmini, jika harga gas melon di atas Rp 20.000, ia enggan membelinya.

Ia bersama suami bersikukuh mencari gas melon yang harganya terjangkau.

Baginya, harga gas melon lebih dari Rp 20.000 sudah tidak ekonomis lagi untuk jualan gorengan.

"Sekali saya beli gas melon harga Rp 20.000-an ke atas, besoknya enggak lagi. Rugi dong kami. Saya cuma jualan gorengan dengan suami," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help