WartaKota/

Kepiluan Seorang Ibu yang Rumahnya Diluluhlantakkan di Tangerang

Ratusan warga RT 02 dan RT 06 RW 06 Kelurahan Penunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang harus kehilangan tempat tinggalnya.

Kepiluan Seorang Ibu yang Rumahnya Diluluhlantakkan di Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ratusan warga RT 02 dan RT 06 lingkungan RW 06 Kelurahan Penunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang harus kehilangan tempat tinggalnya. Termasuk ibu Fadillah yang tampak pilu melihat rumahnya diluluhlantakan oleh alat berat. 

Laporan Wartakotalive.com Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG - Ratusan warga RT 02 dan RT 06 lingkungan RW 06 Kelurahan Penunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang harus kehilangan tempat tinggalnya.

Termasuk ibu Fadillah yang tampak pilu melihat rumahnya diluluhlantakan oleh alat berat.

Pasalnya kediaman yang sudah ditempatinya tersebut terpaksa dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang.

Sebab, berada di lahan fasos fasum milik pemerintah daerah dan tidak mempunyai izin mendirikan bangunan.

Fadillah mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui jika bertempat tinggal di lahan milik pemerintah.

Tapi selayaknya diberikan waktu untuk membereskan dan mengosongkan tempat tinggalnya.

“Seharusnya diberikan batas waktu, jangan dadakan seperti ini,” ujar Fadillah terlihat sedih di lokasi penertiban, Rabu (6/12/2017).

Wanita yang sudah berdiam sejak 2009 pun menambahkan, jika dirinya juga mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Terlebih untuk mencari tempat tinggal dan biaya mencari kontrakan.

“Saya ingin adanya bantuan dari pemerintah untuk biaya mengontrak, gimana nasib kami kedepannya, mau tidur di mana ini," ucapnya terdengar lirih.

Sepeeti diketahui lahan fasos fasum milik Pemkot Tangerang tersebut sudah dihuni oleh masyarakat sejak tahun 1980-an. Dan dihuni sekitar 200 kepala keluarga.

"Harusnya pemerintah perhatian rakyat kecil seperti kami ini," kata Fadillah.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help