WartaKota/
Home »

Depok

Tembok Pagar Warga di Lahan Proyek Puskesmas Cilodong Depok Dibongkar Satpol PP

Tembok pagar itu sebelumnya dibangun warga sekitar sebagai bentuk protes, terhadap pembangunan puskesmas di sana.

Tembok Pagar Warga di Lahan Proyek Puskesmas Cilodong Depok Dibongkar Satpol PP
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah Satpol PP membongkar tembok pagar sepanjang sekitar 30 meter dan setinggi 1,5 meter yang dibangun warga di lahan proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong, di Sektor Melati di Perumahan Grand Depok City (GDC), RW 5, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok. Tembok pagar ini merupakan bentuk protes warga sekitar. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Tembok pagar sepanjang sekitar 30 meter dan setinggi 1,5 meter yang dibangun warga di lahan proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong, di Sektor Melati di Perumahan Grand Depok City (GDC), RW 5, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, akhirnya dibongkar paksa petugas Satpol PP Kota Depok, Selasa (5/12/2017) pagi.

Tembok pagar itu sebelumnya dibangun warga sekitar sebagai bentuk protes, terhadap pembangunan puskesmas di sana.

Pembongkaran tembok dikawal ketat pihak Kepolisian serta TNI dan disaksikan pihak kejaksaan.

Sejumlah Satpol PP membongkar tembok pagar sepanjang sekitar 30 meter dan setinggi 1,5 meter yang dibangun warga di lahan proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong, di Sektor Melati di Perumahan Grand Depok City (GDC), RW 5, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok. Tembok pagar ini merupakan bentuk protes warga sekitar.
Sejumlah Satpol PP membongkar tembok pagar sepanjang sekitar 30 meter dan setinggi 1,5 meter yang dibangun warga di lahan proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong, di Sektor Melati di Perumahan Grand Depok City (GDC), RW 5, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok. Tembok pagar ini merupakan bentuk protes warga sekitar. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Keputusan pembongkaran tembok pagar dilakukan karena keberadaanga telah menghalangi kegiatan pembangunan Puskesmas Cilodong, yang akan dilengkapi dengan gudang medis serta tempat pengolahan limbah medis di sana.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok Wijayanto menuturkan lahan sekitar 2000 meter persegi dimana gedung puskesmas itu dibangun adalah lahan (fasos) dan fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Depok.

"Kami sudah melayangkan surat peringatan pertama sampai ke tiga ke warga, sebagai bentuk persuasif, agar tembok pagar dibongkar. Karena tidak juga diindahkan, diputuskan hari ini tembok pagar kami rubuhkan, karena sudah menghalangi kegiatan pembangunan yang dilakukan pemerintah," kata Wijayanto.

Menurut Wijayanto, lahan dimana bangunan puskesmas Cilodong dibangun di sana, yang dipermasalahkan warga, adalah sudah jelas lahan fasos fasum milik Pemkot Depok.

"Karenanya kita lakukan pelelangan hingga akhirnya proses pembangunan di sana. Namun warga di sana protes karena merasa tidak membutuhkan puskesmas. Padahal puskesmas ini untuk kepentingan warga yang lebih luas di Kecamatan Cilodong," kata Wijayanto.

Ia mengatakan pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong di sana sudah tertuang dalan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Depok.

Dimana di setiap kecamatan di Depok, Pemkot wajib menyediaka puskesmas yang nyaman sebagai layanana kesehatan warga.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help