WartaKota/
Home »

Depok

Puluhan Bangunan Liar di Jalan Kalimulya, Cilodong, Dibongkar Satpol PP Depok

Sekitar tiga puluh bangunan liar yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, dibongkar Selasa (5/12/2017) pagi.

Puluhan Bangunan Liar di Jalan Kalimulya, Cilodong, Dibongkar Satpol PP Depok
warta kota/Budi Sam Law Malau
Melayangkan SP III -- Para petugas Satua Polisi Pamong Praja Kota Depok tengah melayangkan surat peringatan ketigas (SP III) kepada pemilik lapak PKL dan bangunan liar di Jalan Raya Bogor, Depok, Senin 13/10/2017. Ini SP terakhir sebelum Satpol PP mengirimkan SPB (Surat Perintah Bongkar). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sekitar tiga puluh bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, dibongkar aparat Satpol PP Kota Depok, Selasa (5/12/2017) pagi.

Keberadaan bangunan dianggap melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. Sebab bangunan berada di lahan fasos fasum milik Pemkot Depok yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau atau taman terbuka.

Kepala Satpol PP Kota Depok Dudi Miraz menuturkan pihaknya sudah melayangkan surat peringatan pertama hingga ketiga serta surat perintah bongkar ke pemilik bangunan liar di sana sejak beberapa bulan lalu.

"Namun peringatan kami beberapa kali itu tidak diindahkan, sehingga hari ini bangunan terpaksa kami tertibkan," kata Dudi, Selasa (5/12/2017).

Menurutnya keberadaan bangunan jelas-jelas melanggar garis sempadan bangunan karena berada tepat di tepi jalan raya dan beberapa berada di atas saluran air.

Ia mengatakan sebagian pemilik bangunan liar yang dibongkar sudah mengosongkan sendiri bangunannya, sehingga memudahkan pihaknya melakukan penertiban.

"Ke depan kita akan awasi agar tidak ada lagi yang mendirikan bangunan di sepanjang Jalan Kalimulya ini," kata Dudi.

Menurutnya hampir seluruh bangunan liar yang dibongkar selama ini digunakan sebagai tempat usaha atau lapak dagangan. Seluruh bangunan yang dibongkar adalah bangunan non permanen.

Pemilik bangunan katanya jelas-jelas telah melakukan pelanggaran karena berjualan di lahan yang bukan peruntukkannya, terlebih lagi itu adalah lahan fasos fasum Pemkot Depok.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi warga yang mendirikan bangunan di sana untuk kegiatan apapun baik untuk berjualan atau rumah tinggal.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help