WartaKota/
Home »

Depok

Lahan Eks Bangunan Liar di Jalan Kalimulya Depok yang Dibongkar Akan Dijadikan Taman

Ia mengatakan nantinya lahan dimana bekas bangunan itu berdiri akan dijadikan taman terbuka.

Lahan Eks Bangunan Liar di Jalan Kalimulya Depok yang Dibongkar Akan Dijadikan Taman
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pembongkaran bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, oleh Satpol PP Depok, Selasa (5/12/2017) pagi. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kabid Ketentraman, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan Satpol PP Depok Diki Erwin menuturkan ada 37 bangunan liar di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Depok, yang dibongkar paksa pihaknya pada Selasa (5/12/2017) pagi.

Keberadaan bangunan dianggap melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Sebab bangunan berada di lahan fasos fasum milik Pemkot Depok yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau atau taman terbuka.

Pembongkaran bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, oleh Satpol PP Depok, Selasa (5/12/2017) pagi.
Pembongkaran bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, oleh Satpol PP Depok, Selasa (5/12/2017) pagi. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Status lahan dimana bangunan berdiri adalah fasum berupa rumija atau ruang milik jalan," kata Diki kepada Warta Kota, Selasa (5/12/2017).

Ia mengatakan nantinya lahan dimana bekas bangunan itu berdiri akan dijadikan taman terbuka.

"Taman di bekas lahan itu akan dibuat oleh Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Depok. Sebelum dibuat taman, Lurah bersama karang taruna dan warga akan kerja bakti membersihkan lahan di sana," kata Diki.

Kepala Satpol PP Kota Depok Dudi Miraz menuturkan sebelum pembongkaran paksa bangunan di sana, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan pertama hingga ketiga serta surat perintah bongkar ke pemilik bangunan liar di sana sejak beberapa bulan lalu.

"Namun peringatan kami beberapa kali itu tidak diindahkan, sehingga hari ini bangunan terpaksa kami tertibkan," kata Dudi, Selasa (5/12/2017).

Menurutnya keberadaan bangunan jelas-jelas melanggar garis sempadan bangunan karena berada tepat di tepi jalan raya dan beberapa berada di atas saluran air.

Pembongkaran bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, oleh Satpol PP Depok, Selasa (5/12/2017) pagi.
Pembongkaran bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, oleh Satpol PP Depok, Selasa (5/12/2017) pagi. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Ia mengatakan sebagian pemilik bangunan liar yang dibongkar sudah mengosongkan sendiri bangunannya, sehingga memudahkan pihaknya melakukan penertiban.

"Ke depan kita akan awasi agar tidak ada lagi yang mendirikan bangunan di sepanjang Jalan Kalimulya ini," kata Dudi.

Menurutnya hampir seluruh bangunan liar yang dibongkar selama ini digunakan sebagai tempat usaha atau lapak dagangan. Seluruh bangunan yang dibongkar adalah bangunan non permanen.

Pemilik bangunan katanya jelas-jelas telah melakukan pelanggaran karena berjualan di lahan yang bukan peruntukkannya, terlebih lagi itu adalah lahan fasos fasum Pemkot Depok.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi warga yang mendirikan bangunan di sana untuk kegiatan apapun baik untuk berjualan atau rumah tinggal.(bum)

Pembongkaran bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, oleh Satpol PP Depok, Selasa (5/12/2017) pagi.
Pembongkaran bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, oleh Satpol PP Depok, Selasa (5/12/2017) pagi. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help