Indonesia Mendapat Tiga Pengakuan sebagai Memory of the World dari PBB

UNESCO menetapkan tiga arsip Indonesia sebagai Memory of the World, yaitu Rekonstruksi Candi Borobudur, Cerita Panji, dan arsip Tsunami.

Indonesia Mendapat Tiga Pengakuan sebagai Memory of the World dari PBB
Kompas.com
Markas besar Unesco di Paris, Perancis. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Indonesia mendapatkan tiga penghargaan baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun ini.

UNESCO menetapkan tiga arsip Indonesia sebagai Memory of the World atau Ingatan Kolektif Dunia, antara lain arsip Rekonstruksi Candi Borobudur 1973-1983, arsip Cerita Panji (Manuskrip Panji Tales), dan arsip Tsunami.

"Indonesia mendapat tiga pengakuan usulan dokumen Memory of the World. Artinya, dokumen tersebut merupakan sesuatu yang berharga tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga bagi dunia," kata Zakki Gunawan, National Program Officer UNESCO, kepada ANTARA News, disela acara "Peringatan Pengakuan Pidato 7 Maret Bapak Bangsa Bangladesh Sheikh Mujibur Rahman sebagai Memory of the World", di Kedutaan Besar Bangladesh di Jakarta, Selasa.

Zakki mengatakan Indonesia telah mendaftarkan arsip-arsip tersebut pada 2016 lalu yang kemudian diputuskan dalam sidang di Paris pada 20 – 24 Oktober 2017.

Dokumentasi Wisatawan Padati Candi Borobudur -- Sejumlah wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/6/2017). Candi peninggalan wangsa Syailendra yang dibangun pada abad IX tersebut tetap menjadi tujuan wisata favorit selama libur panjang Idulfitri 1438 H. (ANTARA /Anis Efizudin)
Dokumentasi Wisatawan Padati Candi Borobudur -- Sejumlah wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/6/2017). Candi peninggalan wangsa Syailendra yang dibangun pada abad IX tersebut tetap menjadi tujuan wisata favorit selama libur panjang Idulfitri 1438 H. (ANTARA /Anis Efizudin) (Antaranews.com)

"Indonesia mendaftarkan banyak arsip ke Memory of the World. Artinya juga, Indonesia mulai serius dengan arsip dokumen. Ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia serius untuk mengumpulkan, menyimpan, mendokumentasikanm dan mengamankan dokumen-dokumen yang berharga," jela Zakki.

Menurut Zakki, setiap negara mempunyai panitia pengusulan atau komite.

Penilaian tidak hanya dari segi keaslian arsip tersebut, melainkan juga sebagai sejarah yang berguna hingga masa datang dan yang tidak kalah penting adalah kelengkapan dari dokumen pendukung seperti catatan, video, foto, dan sebagainya.

Arsip Rekonstruksi Borobudur periode 1973-1983 diajukan sendiri oleh Indonesia.

Arsip tersebut dianggap penting karena pada pemugaran kedua tersebut melibatkan banyak pihak dan Indonesia memiliki dokumentasi yang lengkap.

Dokumentasi dari reonstruksi candi bersejarah tersebut antara lain berupa film, catatan pembangunan rekonstruksi, foto, lembaran-lembaran lay out perubahan, poster, dan lainnya.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help