WartaKota/
Home »

Bisnis

» Mikro

BUMDes Aceh Pamerkan Produk Khas Daerah di Sail Sabang 2017

BUMG Blang Krueng juga menampilkan ibu-ibu yang akan memasak kue tradisional keukarah agar para pengunjung bisa mencicipi langsung produk desa.

BUMDes Aceh Pamerkan Produk Khas Daerah di Sail Sabang 2017
Istimewa
BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Blang Krueng memamerkan produk-produk khas daerah saat digelar Sail Sabang 2017, Sabtu (2/12/2017) hingga Selasa (5/12/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memamerkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam ajang Sail Sabang 2017. Hadir Wakil Presiden RI Jusuf Kalla beserta Kabinet Kerja dalam yang digelar di Terminal Pelabuhan CT-3 Pasiran, Kota Sabang, Provinsi Aceh pada Sabtu (2/12/2017) ini. Adapun acara Sail Sabang 2017 ini digelar sampai Selasa (5/12).

Sekretaris Badan Permusyaratan Desa (BPD) atau Tuhapeud Gampong Blang Krueng, Badli mengatakan, dalam bahasa Aceh, BUMDes disebut dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Blang Krueng. BUMG Blang Krueng ini merupakan salah satu BUMDes sukses yang ada di Provinsi Aceh.

"BUMG Blang Krueng pernah dinobatkan sebagai BUMDes Terbaik tingkat Nasional 2016 untuk kategori partisipatif. Blang Krueng juga pernah juara Desa Terbaik 2016. Kami yakin BUMG Blang Krueng mampu menampilkan wajah desa-desa di Aceh," kata Badli berdasarkan siaran pers yang diterima Warta Kota, Selasa (5/12/2017).

BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Blang Krueng memamerkan produk-produk khas daerah saat digelar Sail Sabang 2017, Sabtu (2/12/2017) hingga Selasa (5/12/2017).
BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Blang Krueng memamerkan produk-produk khas daerah saat digelar Sail Sabang 2017, Sabtu (2/12/2017) hingga Selasa (5/12/2017). (Istimewa)

Badli mengatakan, BUMG Blang Krueng menampilkan sejumlah produk unggulan mereka. Produk-produk tersebut yakni kue keukarah, pupuk dasar organik hasil kompos dasar pengolahan sampah rumah tangga Gampong Blang Krueng, dan pupuk cair organik. Produk-produk tersebut juga merupakan bagian dari unit usaha BUMG Blang Krueng.

Tidak hanya itu, BUMG Blang Krueng juga menampilkan ibu-ibu yang akan memasak kue tradisional keukarah agar para pengunjung bisa mencicipi langsung produk desa.

"Produk-produk ini banyak sekali peminatnya. Untuk kue keukarah sudah masuk toko oleh-oleh khas Aceh. Pupuk juga sudah masuk kampus untuk pengelolaan taman. Selain itu jadi instrumen edukasi saat pelatihan-pelatihan tentang daur ulang sampah," ujarnya.

Menurut dia, ada 11 unit usaha yang dijalankan oleh BUMG Blang Krueng. Seluruh jenis usaha itu mencerminkan kultur sosial ekonomi masyarakat Aceh, misalnya pengembangan pendidikan gampong, bank sampah, produk kuliner keularah, penggemukan sapi, rumah sewa gampong (homestay), pelaminan pengantin, depot air isi ulang dan toko gampong, serta hand stractor untuk pertanian.

Bank Sampah

Sementara itu, Pengelola Bank Sampah di BUMG Blang Krueng, Rama mengatakan, Bank Sampah yang dikelolanya tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, melainkan juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Bank Sampah, kata dia, memberdayakan dua orang difabel warga Blang Krueng.

Mereka bekerja membawa armada pengepul sampah. Dalam sebulan setidaknya mereka mendapatkan penghasilan minimal Rp 2 juta dari yang sebelumnya tidak ada penghasilan. "Pertumbuhan ekonomi sangat jelas didapat, dan lingkungan pun bersih," katanya.

Selain produk dari BUMG Blang Krueng, Kemendes PDTT juga menampilkan produk dari BUMG Makmu Beusare di Gampong Baet Meusugo, yakni alas makan dari daun pandan. Dengan keunikannya, produk alas makan ini sudah diminati oleh usaha perhotelan dan rumah makan. Produk BUMG Makmu Beusare tersebut juga sudah bekerjasama dengan Dekranasda tingkat provinsi dan kabupaten.

Berdasarkan data yang diperoleh, Provinsi Aceh merupakan daerah terbanyak yang memiliki BUMDes. Hingga akhir 2017 ini, BUMDes di Provinsi Aceh telah mencapai unit 6.929 unit.

Sementara total BUMDes keseluruhan mencapai 21.850 unit. Pengembangan BUMDes merupakan satu dari empat program prioritas pembangunan desa. Ke depan, BUMDes diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Dalam kegiatan yang berlangsung meriah ini, turut hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Rangkaian kegiatan di antaranya Sabang Wonderful and Marine Expo, Sabang Bazar Perform, Aceh Fun Dive, Coffee and Culinary Festival, kompetisi blog, fun bike, Islamic Cruise dan Business Meeting Cruise. Sail Sabang 2017 berlangsung 1 hingga 5 Desember 2017. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help