KORAN WARTA KOTA

Bersikap Diskriminasi, Etihad Airways Harus Menanggung Ini

Selain menggugat Etihad Airways, Dwi juga menggugat PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) dan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Bersikap Diskriminasi, Etihad Airways Harus Menanggung Ini
PrtSc Warta Kota
PERJUANGAN penyandang disabilitas Dwi Ariyani berbuah baik, Senin (4/12/2017), ketika pengadilan memutuskan Etihad Airways harus membayar ganti rugi atas perlakuan diskriminasi terhadap dirinya. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Aktivis disabilitas Dwi Ariyani tak kuasa menahan air matanya saat Hakim Ketua, Ferry Agustina Budi Utami, mengetuk palu putusan akhir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/12). Hakim mengabulkan sebagian tuntutan Dwi.

Majelis hakim memutuskan bahwa maskapai penerbangan Etihad Airways melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 134 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

Dalam UU tersebut diatur hak penumpang penerbangan berkebutuhan khusus.

Dwi Ariyani menggugat Etihad setahun lalu karena maskapai itu menurunkannya saat akan terbang ke Geneva dengan kursi roda tanpa pendampingan dan dianggap membahayakan penerbangan.

Heppy Sebayang, pengacara Dwi mengatakan, sejak perlakuan diskriminatif pada 8 Maret 2016 itu, manajemen Etihad belum juga meminta maaf. Oleh karena itu, kliennya menggugat maskapai asal Uni Emirat Arab itu ke pengadilan.

Selain menggugat Etihad Airways, Dwi juga menggugat PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) dan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Hakim mengabulkan gugatan Dwi kepada maskapai Etihad Airways. Namun hakim menolak tuntutan terhadap PT JAS dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Kemenhub). Menurut hakim, pihak ground handling seperti PT JAS tidak memiliki kewenangan dan tunduk pada maskapai.

Diskriminasi 

Hakim ketua Ferry Agustina Budi Utami mengatakan, Etihad Airways selaku maskapai penerbangan wajib memberikan akses, fasilitas, dan pendampingan khusus terhadap penyandang disabilitas.

Apalagi syarat Dwi sebagai penumpang telah terpenuhi, yakni memiliki tiket, melakukan check in, memiliki boarding pass, bahkan sudah masuk pesawat dibantu staf servis bandara.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help