WartaKota/

Pengeroyokan Anggota TNI di Bekasi Dipicu Persoalan Sepele

Korban yang saat itu bekerja sampingan sebagai tukang ojek ini menjadi korban salah sasaran tersangka, Juliantono Hutagalung (27).

Pengeroyokan Anggota TNI di Bekasi Dipicu Persoalan Sepele
Tribun Bogor
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI -- Kasus pengeroyokan yang dialami Sersan Mayor Mangatas Simanjuntak, anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0507 Bekasi di Gerbang Tol Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Minggu (3/12) dini hari, dipicu persoalan sepele.

Korban yang saat itu bekerja sampingan sebagai tukang ojek ini menjadi korban salah sasaran tersangka, Juliantono Hutagalung (27).

Perwira Seksi Intelijen Kodim 0507 Bekasi, Letnan Satu Shobirin mengatakan, sebelum pengeroyokan itu terjadi, tersangka Juliantono sempat berkelahi dengan tukang ojek lainnya bernama Ferry.

Pada Sabtu (2/12) siang, Ferry menegur Juliantono karena mengemudi sepeda motor dengan kecepatan tinggi sampai dia terkena cipratan air jalanan.

“Mas ini jalan umum, tolong bawa motornya pelan-pelan,” kata Shobirin menirukan ucapan Ferry pada Senin (4/12) siang.

Tidak terima ditegur, Juliantono turun dari sepeda motor hingga terlibat percekcokan.

Namun tantangan berkelahi itu diabaikan Ferry karena saat itu dia sedang berboncengan dengan sang istri.

Keesokan harinya atau pada Minggu (3/12) dini hari, Juliantono kembali menghampiri Ferry untuk mengajak berkelahi.

Bukannya menang, Juliantono justru kalah berkelahi melawan Ferry.

Tidak terima atas kekalahannya, tersangka pulang dan kembali ke lokasi bersama teman-temannya sambil membawa senjata tajam celurit dan pistol air softgun jenis FN.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help