WartaKota/

Kekurangan Guru Berstatus PNS, Anggaran Pemkot Bekasi Bengkak

Ada sekitar 3.000 guru honorer yang diangkat menjadi TKK pada 2018 mendatang dan ini membuat tingginya alokasi dana untuk menggaji para TKK.

Kekurangan Guru Berstatus PNS, Anggaran Pemkot Bekasi Bengkak
GuruIndonesia.id
ILUSTRASI Guru 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi kekurangan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Akibatnya, alokasi dana untuk menggaji pegawai yang dikeluarkan semakin besar, karena pemkot harus merekrut guru berstatus tenaga kerja kontrak (TKK) untuk menutupi kekurangan itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penambahan guru ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun dia tidak mengetahui, alasan moratorium atau penundaan perekrutan guru berstatus PNS tersebut.

"Sudah beberapa tahun ini memang tidak ada pengangkatan guru PNS, sehingga kita merekrut guru TKK menggunakan APBD," kata Ali di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (4/12/2017).

Ali mengatakan, ada sekitar 3.000 guru honorer yang diangkat menjadi TKK pada 2018 mendatang. Pengangkatan itu akan berdampak pada tingginya alokasi dana untuk menggaji para TKK.

Pada tahun 2017, belanja gaji pegawai TKK menelan biaya sekitar Rp 26 miliar degan jumlah 1.427 orang. Dengan adanya penambahan 3.000 TKK ini, maka total belanja gaji pegawai TKK mencapai Rp 191 miliar.

"Untuk gaji per bulan, paling tinggi satu orang TKK setiap bulan memperoleh Rp 3,7 juta," ujar Ali.

Ali mengatakan, perekrutan guru berstatus PNS sangat penting di Kota Bekasi. Apalagi setiap tahun pemerintah daerah membangun sekolah baru untuk mengakomodir pendidikan anak-anak di lingkungan setempat.

Dia mencatat, kebutuhan guru untuk seluruh Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) mencapai 24.000 orang. Sekarang ini kata dia, jumlah guru belum sampai 10.000.

"Guru PNS saja masih sedikit, makanya kita berupaya untuk menutupinya dengan guru TKK," jelasnya.

Guna menyiasati kekurangan guru, kata Ali, pihaknya menggabungkan sejumlah sekolah. Bagi sekolah yang jumlah muridnya sedikit, akan digabung ke sekolah yang kekurangan murid.

Rinciannya, SDN Medan Satria VIII bergabung di SDN Medan Satria IV, SDN Pejuang IV bergabung ke SDN Pejuang II dan SDN Margahayu II bergabung di SDN Margahayu V.

"Akhir tahun ini ketiga sekolah itu akan kita gabung. Penggabungan tidak begitu sulit, karena dua sekolah itu berada di gedung yang sama, hanya jadwalnya ada yang pagi dan petang," kata Ali.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah guru SDN berstatus PNS saat ini mencapai 4.006 orang, kemudian guru berstatus TKK mencapai 1.120 orang. Sementara guru PNS di SMPN mencapai 1.351 orang dan yang berstatus TKK sebanyak 307 orang.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah menambahkan, nilai gaji yang diterima TKK cukup dinamis dari Rp 2 juta hingga Rp 3,7 juta per bulan. Untuk masa pengabdian mulai dua tahun para guru TKK akan mendapat gaji sebesar Rp 2 juta, pengabdian 3-6 tahun guru TKK mendapat gaji sebesar Rp 2,5 juta.

Lalu untuk guru TKK dengan masa pengabdian 6-8 tahun mendapat gaji sekitar Rp 3 juta, sedangkan guru TKK dengan masa pengabdian di atas 8 tahun akan mendapat gaji sebesar Rp 3,6 juta. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help