WartaKota/
Home »

Bisnis

» Makro

GAP Bantah Tutup Gerai Karena Daya Beli Menurun

"Gerai di Jakarta akan tutup semua, Bali dan Surabaya juga sudah. Kami sudah tidak perpanjang dengan GAP Inc

GAP Bantah Tutup Gerai Karena Daya Beli Menurun
fortune.com
GAP 

WARTA KOTA, JAKARTA-  Kabar sulitnya bisnis industri ritel kian santer terdengar, setelah beberapa merek menyetakan gulung tikar. Sebut saja mulai dari Seven Eleven hingga Lotus Departement Store. Terbaru, kali ini giliran GAP Indonesia akan resmi keluar dari pasar Indonesia pada awal tahun depan.

Hal ini dikonfirmasi oleh PT Gilang Agung Persada yang mengatakan penutupan karena kontrak dengan pemilik brand GAP Inc segera berakhir. Seluruh operasional GAP Indonesia akan berakhir pada Februari tahun depan.

Natasha Nasution, Brand Manager GAP Indonesia mengatakan bahwa tidak dilanjutkannya gerai GAP karena perusahaan punya strategi lain. Dirinya juga membantah penutupan dilakukan karena adanya tekanan daya beli di industri ritel fashion.

"Gerai di Jakarta akan tutup semua, Bali dan Surabaya juga sudah. Kami sudah tidak perpanjang dengan GAP Inc jadi tidak kita perpanjang saja," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (28/11).

Dirinya mengatakan dari seluruh gerai saat ini hanya gerai di Grand Indonesia dan St. Moritz saja yang statusnya masih gerai resmi. Sedangkan untuk gerai Pondok Indah, dirinya mengatakan statusnya hanya temporary gerai untuk menghabiskan stok.

Menurutnya, penutupan seluruh gerai GAP karena memang kontrak dengan GAP telah usai. Perusahaan juga memilih untuk tidak perpanjang kontrak tersebut, "GAP menyasar menengah atas, dan bawah juga sebenarnya bisa, cuma kami mengikuti market saja," lanjutnya.

 
 

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help