WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

PAM Jaya Pasang Jaringan Pipa Air Bersih di 5 Rusunawa Tanpa Suntikan Modal Pemprov DKI

Erlan akui ongkos pemasangan jaringan pipa air bersih di kelima rusunawa itu merogoh dana miliaran rupiah.

PAM Jaya Pasang Jaringan Pipa Air Bersih di 5 Rusunawa Tanpa Suntikan Modal Pemprov DKI
Istimewa
ILUSTRASI Jaringan pipa air bersih 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Direktur Utama PT PAM Jaya Erlan Hidayat mengatakan, pihaknya saat ini tetap melakukan pemasangan jaringan pipa air di lima Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa di wilayah DKI Jakarta. Terkait pemasangan itu, pihaknya menggunakan dana kas internal perusahaan atau tanpa disertakan suntikan Penyertaan Modal Daerah (PMD) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"PAM Jaya tetap memasang jaringan pipa air bersih di lima rusunawa di Jakarta. Walaupun tak ada suntikan PMD oleh pihak Pemprov DKI Jakarta. Mengingat, sebelumnya itu PAM Jaya pernah mengusulkan PMD di tahun 2018, sebesar Rp 316 Miliar di dalam rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 namun tidak disetujui. Maka itu, di dalam pemasangan ini menggunakan kas dari internal perusahaan," ucap Erlan, Sabtu (2/12/2017).

Dijelaskan, lima rusunawa yang dipasangi jaringan pipa air bersih tersebut adalah Blok F, G, dan H Rusunawa Penjaringan yang berlokasi di Jalan Tanah Pasir, Jakarta Utara; Tower II Rusunawa Rawa Bebek di Pulogebang, Jakarta Timur; Rusunawa Balai Latihan Kerja (BLK) di Pasar Rebo di Jalan Raya Bogor KM 23, Jakarta Timur; Rusunawa Nagrak di Jakarta Utara; dan Rusunawa Polri di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Erlan akui ongkos pemasangan jaringan pipa air bersih di kelima rusunawa itu merogoh dana miliaran rupiah.

"Biaya yang musti dikeluarkan Pam Jaya untuk pemasangan jaringan perpipaan itu bervariatif, dan tergantung kondisi rusun. Bagi lima rusun itu kita sudah ada anggarannya di kas internal Pam Jaya. Relokasi pipa di Rusun Penjaringan saja diongkosin Rp 2,5 Miliar. Relokasi pipa di Pondok Indah hampir Rp 6 Miliar, itu kami juga ongkosin. Kami tidak punya itu ratusan Miliar rupiah," jelasnya.

Pemasangan pipa air bersih di RusunWa Penjaringan untuk tiga blok itu dapat menelan dana Rp 2,5 Miliar, karena konstruksi dasar rusun terbuat dari beton tebal. Sehingga, pihaknya harus melakukan drilling horizontal.

"Sementara, Rusunawa Rawa Bebek yang saat ini masih dikelilingi tanah mudah dilakukan. Sehingga, hanya dibutuhkan dana ratusan juta saja. Jadi singkatnya, biaya yang dikeluarkan tergantung kondisi di masing-masing rusun itu," ungkapnya.

Dengan penghitungan variasi harga, paparnya, pemasangan jaringan pipa ini PT PAM Jaya iru masih sanggup selama biaya yang dikeluarkan masih di bawah Rp 5 Miliar hingga Rp 10 Miliar. Ia juga tak menampik, apabila ada tiga-empat rusun membutuhan dana sebesar itu, pihaknya dipastikan kewalahan.

"Maka, kami juga tetap akan mengusulkan kembali PMD pada APBD-Perubahan di tahun 2018 mendatang. Adanya PMD, area cakupan jaringan perpipaan yang menyasar ke rusun itu akan lebih banyak," tuturnya.

Untuk tahun 2018, pihaknya sementara hanya dapat lakukan pemasangan jaringan pipa air bersih di lima rusun prioritas, lantaran air sudah mulai muncul.

"Kami utamakan yang airnya itu sudah kelihatan ada," jelasnya.

Minim Air

Dalam pemasangan jaringan pipa air bersih, di Jakarta Barat, papar Erlan, air bersih itu sulit didapat. Salah satunya adalah di Rusunawa Pemadam Kebakaran Kalideres, Jakarta Barat.

"Ada juga rusun-rusun yang tak punya air, seperti Rusunawan Pemadam Kebakaran di Kalideres, Jakarta Barat. Bingung sayanya juga. Tetapi ini Rusun Pemadam Kebakaran, belum bisa untuk kami kerjakan di tahun 2018 ini. Pemasangan pipa di area rusun, kami jujur saja itu kesulitan terutama di rusun-rusun yang di Jakarta Barat," ungkapnya.

Ia melanjutkan,"Sebab, sumber air tak tersedia seperti di Rusun Polri, sehingga kami terpaksa untuk pemenuhan warga rusun mengambil air tanah. Tak ada waduk yang tersedia, kalaupun ada air tak bisa memenuhi seluruh kebutuhan-kebutuhan di rusun. Kami juga saat ini lakukan koordinasi dengan dua perusahaan Aetra serta Palyja, disertakan juga pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) ini ya. Hal ini dilakukan agar jaringan internal tidak dibangun asal-asalan."

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help