WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Setelah Kasus e-KTP Ramai, Setya Novanto Kembalikan Jam Tangan Seharga Rp 1,3 Miliar

Setya Novanto mengenakan jam tangan mahal Richard Mille seharga Rp 1,3 miliar sekitar lima tahun.

Setelah Kasus e-KTP Ramai, Setya Novanto Kembalikan Jam Tangan Seharga Rp 1,3 Miliar
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua DPR Setya Novanto menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017). Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan KTP elektronik diperiksa terkait kasus kecelakaan mobil yang terjadi pada Kamis (16/11/2017) lalu oleh polisi. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Setya Novanto mengenakan jam tangan mahal Richard Mille seharga Rp 1,3 miliar sekitar lima tahun.

Dia menerimanya sebagai hadiah ulang tahun pada 12 November 2012.

Dia kemudian mengembalikannya kepada si pemberi, yakni terdakwa korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Narogong pada awal 2017.

Jam Richard Mille
Jam Richard Mille (istimewa)

Berdasarkan keterangan Andi, Novanto mengembalikannya karena proyek e-KTP sudah sangat ramai diberitakan, dan sudah ada tersangka.

Baca: Ditanya Hakim kenapa Banyak Lupa, Ini Jawaban Setya Novanto

"Jadi sebelum saya ditangkap awal tahun 2017, saya ketemu Pak Nov. Pak Nov kembalikan. 'Ini ribut-ribut e-KTP, saya kembalikan'," ungkap Andi Narogong, sembari menirukan ucapan Novanto saat diperiksa sebagai terdawa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Jam tangan itu adalah pemberian Andi Narogong bersama rekannya, Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem.

Marliem adalah penyedia Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1 yang dipakai e-KTP.

Andi memberikan Rp 650 juta kepada Marliem, dan Marliem membeli jam tangan itu di California, Los Angeles, Amerika Serikat.

Namun karena dikembalikan kepada Andi, Andi kemudian menyuruh saudaranya, Vidi Gunawan, untuk menjual jam tangan itu di Blok M, seharga sekitar Rp 1 miliar.

"Kemudian Rp 650 juta saya ambil sisanya, saya berikan ke staf Johannes Marliem. Pak Raul kalu tidak salah," beber Andi Narogong. (*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help