WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pilkada Jawa Tengah, Effendi Gozali: Semuanya Bergantung dengan Langkah KPK

Ganjar pun digadang menempati urutan pertama, baik dalam segi elektabilitas maupun popularitas.

Pilkada Jawa Tengah, Effendi Gozali: Semuanya Bergantung dengan Langkah KPK
Warta Kota/Dwi Rizki
Pengamat politik Effendi Gozali dalam diskusi 'Peta Dukungan Publik Jawa Tengah Pada Pilkada 2018' yang diselenggarakan oleh Com 325 di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Gubernur Jawa Tengah Petahana, Ganjar Pranowo menempati urutan teratas hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam Pilkada Jawa Tengah tahun 2018 mendatang.

Ganjar pun digadang menempati urutan pertama, baik dalam segi elektabilitas maupun popularitas.

Pengamat Politik, Effendi Gozali, justru menilai jika pencapaian maksimal Ganjar Pranowo dalam hasil survei akan seketika berubah seiring dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, Ganjar diketahui merupakan salah satu orang yang disebutkan terpidana kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Hambalang, Nazarudin menerima bancakan pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

"Sangat tergantung dengan langkah KPK, ini menarik, di tengah kasus Setya Novanto, ada penangkapan bupati Jambi. Dikaitkan dengan nyanyian Nazarudin, jadi jalan cerita akan berubah kapan nyanyian Nazarudin dilantunkan. Ketika pendaftaran-beda lagi jalan ceritanya, ketika masa kampanye-beda lagi jalan ceritanya, ketika pencoblosan-beda lagi ceritanya. Jadi semuanya bergantung dengan langkah KPK," ungkapnya dalam diskusi 'Peta Dukungan Publik Jawa Tengah Pada Pilkada 2018' yang diselenggarakan oleh Com 325 di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2017).

Sehingga, menurutnya, elektabilitas Ganjar dalam kontestasi Pilkada Jawa Tengah pada tahun 2018 mendatang tidak akan lagi dipengaruhi popularitas ataupun kinerja Ganjar selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Sebab, berdasarkan survei LSI, diketahui mayoritas pemilih menolak calon terkait korupsi.

"Seperti kita tahu, mengenai korupsi sangat menjadi perhatian di Jawa Tengah, dengan besaran 93,8 persen. Mereka (calon kandidat Pilkada Jawa Tengah) yang terjerat dalam kasus korupsi, walau dalam survei merupakan kandidat terfavorit, hasil survei itu tidak akan berpengaruh," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, nyanyian Nazarudin juga dicermati Hendri Satrio dari Lembaga Survei KedaiKopi.

Menurutnya, PDIP masih melakukan kajian terkait pengusungan Ganjar dalam Pilkada Jawa Tengah pada tahun 2018 mendatang. Sebab, Jawa Tengah dinilainya sebagai basis utama Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang, sehingga harus dimenangkan.

"Ganjar punya elektabilitas tinggi, tapi belum punya dukungan dari PDIP. Pertanyaannya, apabila Ganjar tidak dipilih, misalnya Megawati tidak memberikan rekomendasi. Karena seperti diketahui, Jawa Tengah adalah rumah bagi Jokowi dan kemenangan di Jawa Tengah sangat penting karena berpengaruh kepada skala nasional nantinya (Pilpres 2019)," ungkapnya.

"Sementara, PDIP sendiri sangat menjaga jarak atas kasus korupsi pengadaan e-KTP. Nama Ganjar disebut dalam nyanyian Nazarudin (mantan Bendahara Partai Demokrat) dalam persidangan. Itu berpengaruh," jelasnya menambahkan. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help