WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Merasa Ditinggalkan dan Ditimpakan Semua Kesalahan, Andi Narogong Beberkan Fakta Kasus e-KTP

Sikap Andi Agustinus alias Andi Narogong, terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elekronik, di persidangan, mendapat pujian dari majelis hakim.

Merasa Ditinggalkan dan Ditimpakan Semua Kesalahan, Andi Narogong Beberkan Fakta Kasus e-KTP
Warta Kota/Henry Lopulalan
Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/10/2017). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Sikap Andi Agustinus alias Andi Narogong, terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elekronik atau e-KTP, di persidangan, mendapat pujian dari majelis hakim yang menangani perkara tersebut.

Hakim ketua Jhon Halasan Butar Butar terangan-terangan menyanjung Andi Narogong di akhir persidangan. Menurut Jhon, keterangan yang disampaikan Andi Narogong pada persidangan Kamis (30/11/2017) kemarin, mengungkap banyak fakta yang selama ini masih menjadi teka-teki.

"Saya senang lihat Anda hari ini. Anda saya lihat tidak tegang, tidak marah, tenang. Memberikan keterangan, yang notabene keterangan yang Anda berikan hari ini tak pernah Anda berikan sebelumnya di tempat lain," puji Jhon Halasan kepada Andi Narogong.

Baca: Andi Narogong Ungkap 7 Juta Dolar AS dari Anggaran e-KTP Dialirkan ke DPR

Jhon kemudian bertanya kepapda Andi Narogong, mengapa tidak mengungkapkan semua yang ia tahu, saat memberikan keterangan di penyidikan dua terdakwa sebelumnya, yakni bekas Direktur Jenderal Kependudukan Catatan Sipil Irman, dan Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto.

Jhon juga bertanya sebab Andi Narogong tidak membeberkan semuanya, saat kasusnya masih di tingkat penyidikan.

"Jadi pada saat itu saya juga perlu mengingat-ingat kembali seluruh peristiwa sebenarnya, banyak pertentangan di dalam hati kecil saya," kata Andi Narogong.

Baca: Tok! Banggar DPRD Sahkan RAPBD DKI Jakarta 2018 Rp 77,117 Triliun

Andi Narogong kemudian sadar harus mengungkapkan semuanya di persidangan, karena merasa semua orang meninggallkan dia sendirian, dan seolah menimpakan seluruh kesalahan kepada dirinya seorang.

"Saya juga menyusahkan orang, tapi setelah berjalannya waktu, kok ini orang yang dibantu malah melempar sampah kepada kita. Orang yang tadinya meninggalkan kita, melempar seluruh kesalahannya," papar Andi Narogong.

Halaman
123
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help