Kapalnya Terbakar ABK Ini Tiga Hari Terapung di Laut Lantas Diserang Hiu, Begini Ceritanya

Saat pertama kali ditemukan, kondisi Soepudin dan ketiga ABK lainnya mengalami luka bakar pada sekujur tubuh.

Kapalnya Terbakar ABK Ini Tiga Hari Terapung di Laut Lantas Diserang Hiu, Begini Ceritanya
Tribun Bali / Hisyam Mudin / Net
Soepudin saat berada di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali 

WARTA KOTA, DENPASAR - Peristiwa mengerikan dialami oleh Soepudin (19), awak kapal ikan KM Bintang Timur 18 yang terbakar.

Soepudin (19), salah satu korban yang selamat dari terbakarnya sebuah kapal ikan masih dirawat intensif di ruang operasi, IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Jumat (1/12/2017).

Soepudin masih tergolek lemah di ruangan operasi kerena harus menjalani tindakan operasi kedua pada pahanya yang terkena gigitan si monster laut alias ikan hiu.

Untuk operasi pertama, luka paha kirinya sudah berhasil dilakukan pada Kamis (30/11/2017) malam tadi.

Sekitar 4 jam waktu yang dilewati Soepudin untuk operasi pertamanya, mulai dari pukul 20.00 wita sampai dengan pukul 00.00 wita malam tadi. 

Soepudin harus menjalani dua kali operasi karena luka pada kaki kirinya yang terkena gigitan hiu sudah infeksi dan banyak kuman.

"Saat ini dia masih di ruang operasi karena harus dilakukan operasi kedua. Kata dokter operasi pertamanya sudah berhasil. Hingga saat ini saya belum lihat kondisinya karena tidak diizinkan masuk ke ruangan operasi, "ungkap Haini (50), ibu kandung Soepudin, Jumat (1/12/2017).

Seperti yang diberitakan Tribun Bali sebelumnya, Soepudin diserang ikan hiu dan paha kaki bagian kirinya digigit monster laut tersebut.

Peristiwa tragis ini terjadi saat Soepudin terapung di tengah laut selama tiga hari akibat terbakarnya kapal ikan, KM Bintang Timur 18.

Kala itu Soepudin bersama 14 ABK (anak buah kapal) KM Bintang Timur 18 sedang mencari ikan.

Halaman
12
Editor: murtopo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved