Tim Basarnas Terjebak Tanah Longsor di Ponorogo

Tim BPBD Provinsi Jawa Timur dan Basarnas yang sedang menuju Pacitan terjebak tanah lomgsor di Ponorogo, Selasa (28/11/2017).

Tim Basarnas Terjebak Tanah Longsor di Ponorogo
antaranews.com
Ambles -- Kendaraan ini tengah menghindari jalan yang ambles dan longsor di Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (25/4/2017). Jalan nasional antara Ponorogo-Trenggalek, Jawa Timur, ambles dan longsor sepanjang 30-an meter dan lebar tujuh meter dan kedalaman sekitar 15 meter akibat hujan deras dan pergerakan tanah. (ANTARA/Siswowidodo) 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Basarnas yang sedang menuju Pacitan terjebak di Ponorogo akibat jalur Ponorogo-Pacitan tertutup tanah longsor di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (28/11).

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono, menuturkan bahwa tim BPBD Provinsi Jatim yang diketuai Kepala Pelaksana BPBD, Sudarmawan, hingga Selasa malam masih tertahan di kantor BPBD Ponorogo.

"Hingga malam ini tim BPBD Jatim yang diketuai oleh Kepala Pelaksana BPBD Pak Sudarmawan masih tertahan di BPBD Ponorogo, karena jalur menuju Pacitan tertutup total. Sedangkan Tim Basaranas masih di sekitar lokasi longsor di Slahung," jelas Setyo Budiyono.

Menurut dia, BPBD Provinsi Jatim bersama BPBD Nganjuk dan Kota Madiun berencana menuju Pacitan untuk menangani masalah yang timbul akibat bencana banjir.

Namun dalam perjalanan mereka terjebak tanah longsor dan tidak ada jalan alternatif menuju Pacitan, karena jalur Trenggalek-Pacitan juga tertutup akibat banjir.

Tim BPBD Jatim, Nganjuk dan Kota Madiun sebenarnya membawa peralatan perahu karet untuk melakukan evakuasi korban banjir Pacitan. "Namun perjalanan tak bisa dilanjutkan karena jalur tertutup," ujarnya.

Sedangkan tim Basarnas yang berangkat terpisah dengan rombongan BPBD masih terjebak di sekitar tanah longsor di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo.

"Ada tiga tim Basarnas yang menuju Pacitan. Dua tim sudah berangkat pagi, sedangkan satu tim lagi berangkat malam hari dan terjebak di lokasi tanah longsor," katanya.

Menurut Budi, tim BPBD tidak berani melakukan pembersihan longsoran tanah pada malam hari. Karena kondisinya hujan dan gelap, sehingga khawatir akan terjadi longsor susulan.

"Pembersihan tanah longsor baru akan dilakukan besok pagi. Karena dalam kondisi hujan dan gelap dikhawatirkan malah bisa menimbulkan longsor susulan," ucapnya.

Seperti diketahui, hujan deras dalam waktu lama mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Wates. Tanah tebing milik Perum Perhutani sepanjang sekitar 40 meter dengan ketinggian sekitar 15 meter longsor menutup jalan yang menjadi akses menuju Kabupaten Pacitan.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved