Ribuan Perusahaan Penunggak Iuran BPJS TK Dapat Warning

Ribuan perusahaan di bawah pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ceger dinilai kurang tertib dalam pembayaran iuran

Ribuan Perusahaan Penunggak Iuran BPJS TK Dapat Warning
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Puluhan ribu buruh dari berbagai kalangan berjalan kaki memperingati hari buruh internasional atau Mayday di Kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (1/5/2012). 

WARTA KOTA, CAWANG--Ribuan perusahaan di bawah pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ceger dinilai kurang tertib dalam pembayaran iuran, dengan jumlah piutang mencapai Rp30 miliar.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ceger, Dani Santoso menyatakan, pihaknya saat ini melakukan berbagai upaya untuk mengingatkan perusahaan yang bandel terhadap tunggakan iuran, seperti pengiriman surat SP I dan SP II serta pemanggilan terhadap perusahaan terkait.

"Selain itu kami juga lakukan sosialisasi untuk memberikan edukasi agar mereka tertib membayar iuran, termasuk penjelasan mengenai konsekuensi yang akan mereka dapatkan terkait penunggakan ini," jelas Dani ditemui pada acara Sosialisasi Tertib Iuran dan Tertib Administrasi Dalam Rangka Meningkatkan Kepatuhan Peserta Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Hotel Best Western Premier, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (29/11).

Dalam acara itu, sebanyak 300 perwakilan perusahaan hadir mendengarkan pemaparan dari sejumlah narasumber.

Dani mengungkapkan, sosialisasi tersebut sebagai bentuk upaya persuasif kepada perusahaan agar segera memenuhi kewajiban pembayaran iuran yang menjadi hak para pekerja.

"Acara ini untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan untuk tertib membayar iuran sehingga para karyawan bisa mengambil manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Dani mengimbau pengusaha untuk membayar secara rutin iuran BPJS Ketenagakerjaan pekerjanya.

Sebab, piutang Iuran BPJS Ketenagakerjaan merupakan piutang negara dimana terdapat kewajiban perusahaan untuk melunasi iuran, dan ada hak pekerja atau karyawan terhadap piutang tersebut.

Ketika ada karyawan perusahaan yang menunggak iuran dan karyawan tersebut mengalami risiko atas pekerjaannya, maka BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat memproses ganti rugi atas risiko tersebut, dan tentu ini sangat merugikan karyawan.

"Kecuali perusahaan tersebut melunasi tunggakannya," kata Dani.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help