WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Ini Penjelasan Ketua Himpaudi yang Dapat APBD Puluhan Miliar

Baru 6 persen dari 380.000 guru yang diberikan insentif. Kami sampaikan bahayanya bila negara tidak memperhatikan para guru.

Ini Penjelasan Ketua Himpaudi yang Dapat APBD Puluhan Miliar
Kompas.com
Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Netti Herawati, di Jakarta, Rabu (29/11/2019). (Kompas.com/David Oliver Purba) 

WARTA KOTA, JAKARTA- Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia ( Himpaudi) Pusat, Netti Herawati, mengatakan lembaganya telah lama berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yaitu sejak Anies masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Saat ditemui di Sekretariat Himpaudi Pusat di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017),  Netti mengatakan, tak lama setelah Anies menjabat Mendikbud, perwakilan dari lembaganya beraudiensi dengan Anies. Dalam audiensi itu, Netti menjelaskan keadaan yang dihadapi para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) termasuk perlakuan diskriminasi yang didapatkan.

Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen, kata Netti, guru PAUD non-formal bukan merupakan tenaga profesi guru. Hal itu membuat pemerintah tidak bisa memberikan tunjangan guru bagi para guru PAUD non-formal.

Himpaudi DKI Jakarta mengajukan poposal anggaran bantuan hibah kepada Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 1 juta per orang untuk 6.700 guru.

Namun dalam pembahasannya, Pemprov DKI Jakarta hanya menyetujui pemberian dana hibah sebesar Rp 500.000 per orang untuk 6.700 guru atau akan memberikan dana hibah sebesar Rp 40,2 miliar. Netti tak menjelaskan secara rinci dasar dari pengajuan proposal sebesar Rp 1 juta per orang tersebut.

Dia mengatakan, tak ada standar yang pasti dalam penentuan usulan gaji guru. Netti menganggap dana hibah yang disetujui sebesar Rp 500.000 per orang tersebut tetap merupakan bentuk perhatian dari pemerintah.

"Kalaupun sekarang pemerintah DKI menyetujui jadi Rp 500.000 per bulan kaitannya bukan berapa yang harus diberikan kepada Himpaudi tapi tentu hubungannya adalah sebesar apa ketersedian DKI untuk memberikan bantuan insentif kepada guru," ujar Netti 

Dalam setiap pertemuan, lanjut Netti, Himpaudi terus membahas nasib guru-guru PAUD dengan Anies. Netti menilai hal itu merupakan salah satu faktor yang melatarbelakangi mengapa Pemprov DKI Jakarta pada kepemimpinan Anies saat ini akhirnya memberikan hibah kepada Himpaudi DKI sebesar Rp 40,2 miliar.

"Kami datang dan sampaikan ke Pak Anies bahwa peran guru PAUD sangat penting. Baru 6 persen dari 380.000 guru yang diberikan insentif. Kami sampaikan bahayanya bila negara tidak memperhatikan para guru. Saya rasa itu akarnya kalau ditarik kenapa Pak Anies saat menjadi Gubernur DKI kemudian dia bisa memberikan itu (hibah)," ujar Netti.

Netti menyampaikan, selain pernah beraudiensi, pemberian dana hibah karena Anies mengetahui pentingnya peran guru PAUD untuk pendidikan anak yang masuk dalam usia emas.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help