Koran Warta Kota

Bus Amari Sudah Tua Plus Berisik Bikin Penumpangnya Mual

Bus Amarin melayani penumpang selama 24 jam, namun disayangkan pelayananannya kurang maksimal

Bus Amari Sudah Tua Plus Berisik Bikin Penumpangnya Mual
Warta Kota
Headline Warta Kota Rabu, 29 November 2017 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Baru saja lewat tengah malam ketika seorang perempuan berjaket biru tosca turun dari sebuah mobil minibus di depan Terminal Blok M, Jakarta Selatan.

Di tepi jalan ia melihat smartphone, mengetikkan sesuatu, kemudian berjalan ke arah halte Transjakarta yang berada di lingkungan terminal.

Sampai di halte, perempuan bernama Christina (29) itu mengeluarkan kartu dari da­lam tas. Ia terlihat melakukan tapping di mesin tap-in elektronik gate barrier, namun pintu gate tidak terbuka.

Ia sedikit panik dan mencoba sekali lagi. Namun gate tetap tidak mau terbuka.

Barulah kemudian ia menyadari saldo e-ticket miliknya telah habis.

Sabtu malam di awal November 2017 itu, tampak seorang petugas yang masih sibuk menyapu di halte tersebut.

Namun ia tak banyak merespon ketika Christina alias Tina menanyakan solusi supaya ia bisa naik bus Transjakarta menuju ke kawasan Kota, Jakarta Barat.

Petugas berkemeja itu dengan nada datar meminta Tina membayar cash.

"Bayar langsung saja Rp 3.500," ujar pria itu dengan nada datar. Ia masih tetap melanjutkan aktivitas menyapu, mengabaikan Tina yang mulai gusar di dekat loket halte.

Bus TransJakarta angkutan malam hari (Amari) saat akan menaikan penumpang di Halte Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014). Unit Pengelola (UP) Transjakarta telah resmi mengoperasikan 18 armada bus transjakarta untuk dijadikan sebagai angkutan malam hari (amari) sejak Minggu kemarin (1/6).
Bus TransJakarta angkutan malam hari (Amari) saat akan menaikan penumpang di Halte Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014). Unit Pengelola (UP) Transjakarta telah resmi mengoperasikan 18 armada bus transjakarta untuk dijadikan sebagai angkutan malam hari (amari) sejak Minggu kemarin (1/6). (Warta Kota/angga bhagya nugraha)

Tina mengeluarkan selembar pecahan Rp 50.000 dan hendak menyerahkan ke petugas tadi. Namun petugas kembali membuang muka setelah sebelumnya bilang, "Uang pas saja. Saya tidak ada kembalian. Mbak tukerin dulu uangnya," kata petugas.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help