Separator Jalan Margonda yang Akan Dibongkar, Bukan Separator Rawan Kecelakaan

Rencana Dishub Depok membongkar sebagian separator atau median jalur lambat di Jalan Margonda Raya dikecam warga

Separator Jalan Margonda yang Akan Dibongkar, Bukan Separator Rawan Kecelakaan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Separator di sisi timur Jalan Margonda yang rawan kecelakaan. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok membongkar sebagian separator atau median jalur lambat di Jalan Margonda Raya, tepatnya di tiga segmen atau tiga titik separator kembali mendapat kecaman dan cibiran warga.

Sebab tiga segmen separator yang akan dibongkar tersebut, bukanlah bagian atau titik separator yang rawan kecelakaan dan menyebabkan kendaraan nyangkut.

Tiga segmen separator yang akan dibongkar Dishub Depok, semuanya berada di sisi barat Jalan Margonda atau separator di ruas jalan arah menuju Jakarta.

Separator di sisi timur Jalan Margonda yang rawan kecelakaan.
Separator di sisi timur Jalan Margonda yang rawan kecelakaan. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Yakni di sekitar simpang Ramanda sepanjang 10 meter, di depan Pesona Kahyangan setelah SMU Pribadi sepanjang 20 meter, serta di Akses masuk Hotel Bumi Wiyata sepanjang sekitar 50 meter.

"Lah kok, separator yang akan dibongkar justru yang sebelah barat sih? Padahal selama ini, separator yang rawan kecelakaan dan bikin kendaraan nyangkut itu, yang ada di sebelah timur atau arah dari Jakarta ke Citayam. Mulai dari separator setelah FO UI, di depan Mitra 10, KFC, atau Majestyk Bakery," kata Syaiful, warga Beji, Depok, kepada Warta Kota, Selasa (28/11/2017).

Karenanya ia mengaku gagal paham dengan keputusan Dishub Depok yang akan membongkar sebagian separator di sisi barat Jalan Margonda tetapi tidak di sisi timur.

"Sebab yang perlu di bongkar itu adalah separator di sisi timur Margonda, di segmen yang saya bilang tadi, bukan di sebelah barat. Karena sudah terbukti, mobil dan motor yang nyangkut atau kecelakaan karena nabrak ujung separator di sisi timur," katanya.

Kecaman senada diungkapkan Rusman, warga Pancoran Mas, Depok.

"Katanya hasil kajian, tapi kok yang dibongkar malahan separator yang selama ini bukan penyebab kecelakaan? Kajiannya abal-abal sepertinya," kata Rusman.

Separator di sisi timur Jalan Margonda yang rawan kecelakaan.
Separator di sisi timur Jalan Margonda yang rawan kecelakaan. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Menurutnya sesungguhnya tak perlu ada kajian mendalam, jika Dishub Depok membuat keputusan dan perencanaan berdasarkan hasil di lapangan.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help