Home »

News

» Jakarta

PAM Jaya Survei Air Bersih di Rusun Pesakih

Haryo pun tak menampik lambannya distribusi air bersih pada zona C, dikarenakan di saluran pipa dan sumber air bersih menjadi sulit.

PAM Jaya Survei Air Bersih di Rusun Pesakih
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah petugas PAM Jaya tengah memperbaiki saluran air pada pipa yang rusak, Senin (27/11). 

"Sedangkan terhadap aliran air bersih di Rusun Pesakih, dari tiga zona yang ada kebutuhan air akan tercapai setelah 460 meter kubik air akan dialiri setiap harinya.Untuk harganya, ini sesuai akan surat keputusan (SK) Gubernur nomor 72 tahun 2016, perihal penggunaan gratis selama warga menggunakan 10 meter kubik air. Tetapi setelah pemakaian itu, maka harga menjadi Rp 7.450 per-meter kubiknya. Aturan harga air itu ke konsumen, sudah jadi kewenangan di pihak pengelola Rusun Pesakih sendiri," ungkapnya.

Sejumlah petugas PAM Jaya tengah memperbaiki saluran air pada pipa yang rusak, Senin (27/11).
Sejumlah petugas PAM Jaya tengah memperbaiki saluran air pada pipa yang rusak, Senin (27/11). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Air bau karat dan kuning

Keluhan minimnya air bersih di Rusun Pesakih diungkapkan salah seorang penghuni, Gia (49), selaku warga di Blok H.

Menurutnya, air bersih di Rusunawa Pesakih sulit didapat.

"Airnya berwarna kuning dan bau karat besi. Di sini (Rusunawa Pesakih) masalahnya itu. Kami warga di sini kadang beli air si gerobak. Paling keluar duit Rp 45.000 dan seharian tuh. Jikalau pakai air di sini, ya ampun enggak deh. Enggak baik dikonsumsi pak. Malah pernah baunya itu kayak bau tinja septitank. Makanya pak, tolong masalah air bersih Rusun Pesakih ini, memang susah didapat. Butuh 14 galon air bersih kalau buat saya sudah cukup. Buat masakan, mandi, cuci pakaian," paparnya.

Bahkan, dia tak begitu menjamin air besih dari pihak perusahaan air. Menurutnya, kebersihan airnya pun tak menjamin.

"Enggak jamin bersih airnya kalau saya bilang. Karena, bangun pipa sana sini juga kadang air juga masih bau. Saya sudah empat tahun tidak pakai air di rusun. Pernah saya sampai enggak ada air, ya enggak punya duit juga. Ngutang ke tetangga palingan," jelasnya.

Kesengsaraan penghuni di Rusunawa Pesakih terkait minimnya air bersih, juga dialami Akbar (38). Ia yang tinggal di Blok B mengungkapkan air di Rusunawa Pesakih tak pernah bersih.

"Kapan bersihnya pak di sini (Rusun Pesakih) ? Enggak pernah bersih di sini Pak. Jorok, malah baunya pernah bau karat besi, bau kotoran dan keruh. Mending habis duit saya beli gentongan (air jirigen) dibanding saya muntaber jika saya konsumsi air di Rusunawa Pesakih ini. Saat ini, belum ada tindaklanjut dari pemerintahnya itu. Bangun pipa air bersih, pertamanya doang pak bersih itu air. Sebulan kemudian juga bau lagi," jelasnya

Keluhan penghuni Rusunawa Pesakih perihal minimnya air bersih, belum ditanggapi Sarjoko sebagai Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (KUPRS) Tambora. Baik via sambungan telpon maupun pesan singkat. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help