WartaKota/

Film 'Satu Hari Nanti' Incar Penonton 21 Tahun ke Atas, Ini Alasannya

Secara konten cerita, drama ber-setting kota Swiss tersebut sesuai dengan usia 21 tahun ke atas.

Film 'Satu Hari Nanti' Incar Penonton 21 Tahun ke Atas, Ini Alasannya
Istimewa
FILM 'Satu Hari Nanti' akan tayang mulai 7 Desember 2017 dan menyasar usia 21 tahun ke atas. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Tidak bisa dipungkiri setiap film punya nyawa dan bahasa sendiri, untuk menyampaikan pesannya kepada para penikmat film tanah air.

Tidak ketinggalan, setiap film punya sasaran penontonnya sendiri pula. Begitu pun dengan rumah produksi Rumah Film dan Evergreen Pictures dalam memproduksi filmnya.

Melalui film terbarunya yang bertajuk 'Satu Hari Nanti' karya Salman Aristo, memiliki sasaran sendiri dalam urusan penonton, yakni 21 tahun ke atas. Film berlatar di negara Swiss ini berani menyasar penonton khusus 21 tahun ke atas bukan tanpa alasan.

Dienan Silmy selaku produser mengungkapkan, rating film yang menyasar usia minimal remja itu, merupakan permintaannya kepada Lembaga Sensor Film (LSF).

Karena menurutnya secara konten cerita, drama ber-setting kota Swiss tersebut sesuai dengan usia 21 tahun ke atas.

“Pilihan rating memang sengaja 21 tahun ke atas. Bahkan, saat kita submit ke LSF, kita langsung minta untuk 21+ karena secara konten untuk usia sekitar itu, tidak bisa dikonsumsi untuk 21 tahun ke bawah. Kalau dianalogikan, kita ngga akan mungkin membicarakan obrolan anak SMA di depan anak SD,” kata Dienan Silmy melalui rilis resminya kepada Warta Kota, Jumat (24/11/2017).

Dia menambahkan bahwa sebelum memilih rating tersebut, pihaknya telah memiliki hasil riset mendalam. Dengan data analisa, bahwa usia 21 cukup selektif, saat menyaksikan film.

"Di mana potensi pemasukan pasar di usia 21-35 sedang naik-naiknya. Mungkin karena mereka sudah bisa di tahap heavy cost,” ucapa Dienan Silmy.

Sutradara Salman Aristo menjelaskan keberanian ini didukung hasil riset yang dilakukan pihak IKJ di 16 kota besar pada 2016 .

Berdasarkan riset tersebut terungkap bahwa penonton film Indonesia berusia 25-38 berada di posisi kedua setelah 18-25.

“Sebenarnya pemilihan 21 tahun bukan tanpa visi, justru berdasar riset penonton Indonesia di tahun 2016, di 16 kota besar, penonton dengan range umur karakter tokoh film ini berada di nomor dua. Beda tipis 2% dengan range 18-25 tahun di nomor pertama. Jadi ini memiliki pasar yang sangat besar sekali,” jelas Salman Aristo.

Selain itu, sutradara yang juga menulis skenario film 'Satu Hari Nanti' menuturkan, dia tidak ingin setengah-setengah dalam menggarap proyek ini.

Halaman
12
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help