Polisi Evakuasi 46 Orang Pakai Barracuda, Ini Pemicu Ketegangan di Billabong Bojonggede

Herry memastikan, ke-46 orang itu akan dijerat pasal 170 KUHP tentang perusakan barang secara bersama-sama.

WARTA KOTA, BOJONGGEDE - Sebanyak 46 orang yang diduga memicu ketegangan dan nyaris bentrok di Taman Perumahan Billabong, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, dievakuasi petugas Polresta Depok dari kantor pemasaran Perumahan Billabong.

Ke-46 orang itu dievakuasi menggunakan empat unit kendaraan lapis baja barracuda, Sabtu (25/11/2017) sore.

Mereka sebelumnya berada di kantor pemasaran Perumahan Billabong, dan tak bisa keluar dari sana karena dikepung oleh ratusan orang dari kelompok lainnya.

Baca: Dua Kelompok Massa Nyaris Bentrok di Billabong Bojonggede, Diduga Penyebabnya Ini

Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan yang turun ke lokasi ketegangan mengatakan, ke-46 orang itu termasuk dua orang dari pihak marketing atau developer Perumahan Billabong.

"Jadi rinciannya 44 orang merupakan sekelompok massa yang mohon maaf, dari kelompok Ambon dan dua orang manajer developer," kata Herry.

Ia mengatakan, ketegangan berawal dari pembongkaran atau perusakan pos jaga atau gardu salah satu kelompok ormas di lapangan di sekitar Perumahan Billabong, yang dilakukan oleh 44 orang kelompok Ambon, di mana mereka diminta bantuan oleh dua orang pihak developer, sekitar pukul 06.00.

Baca: Kata Anies Baswedan, 10 Proyek Infrastruktur di DKI Tak Perhatikan Dampak Lingkungan dan Lalu Lintas

"Lalu karena yang melakukannya adalah kelompok Ambon yang konotasinya adalah non muslim, terjadilah viral di medsos kalau mereka lakukan perusakan tempat ibadah umat muslim. Padahal, yang dirusak adalah pos jaga. Sehingga, ini membuat kelompok massa mengepung mereka," jelas Herry.

Menurutnya, jika diteliti satu per satu orang dari kelompok Ambon itu, mereka juga adalah orang muslim. Sehingga, tak mungkin mereka merusak rumah ibadah agama mereka sendiri.

"Karena pengepungan kelompok massa lainnya yang makin banyak, kami dibantu personel TNI juga telah mempertemukan pimpinan kelompok massa yang bertikai," ucap Herry.

Baca: Anies Baswedan Pantau Alexis Sejak Januari

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan karena semakin banyaknya massa yang mengepung, pihaknya menurunkan empat barracuda untuk mengevakuasi 46 orang yang terkepung dan berada di kantor marketing perumahan.

Herry memastikan, ke-46 orang itu akan dijerat pasal 170 KUHP tentang perusakan barang secara bersama-sama. Pihaknya juga sempat menyita sejumlah senjata tajam dari dua kelompok yang bertikai. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help