Home »

News

» Jakarta

Kabareskrim: Setengah Populasi Orang Bogor Bisa Teler, Ini Gara-garanya

"Apabila 600.000 butir dikalikan empat, sama dengan 2,4 juta. Itu sama seperti populasi setengahnya orang Bogor, bisa teler.."

Kabareskrim: Setengah Populasi Orang Bogor Bisa Teler, Ini Gara-garanya
Warta Kota/Rangga Baskoro
GELAR kasus gagalnya penyelundupan 600.000 butir ekstasi dari Belanda di Kantor Bareskrim, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017). 

WARTA KOTA, GAMBIR --- Erwin Situmorang, Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, mengatakan, sebanyak 600.000 butir ekstasi yang diselundupkan dari Belanda dikirim melalui kargo. Hal itu menyebabkan tak ada pengirim yang datang bersamaan dengan dua kotak berisi ekstasi tersebut.

Selain itu, pengirimnya yang kini masih diselidiki oleh Bareskrim Mabes Polri, menyamarkan kiriman dengan cara mencantumkan mesin penghisap (vacum machine) pada kolom jenis barang.

"Setiap barang yang datang dari luar negeri itu ada pemberitahuannya, ternyata memang disamarkan oleh mereka, ngga mungkin diisi formulirnya dengan narkotika, sudah jelas ketahuan kan kalau seperti itu. Di dalam dokumen penerbangannya itu tercantum vacum machine, dengan kotak sebesar itu kecenderungannya memang vacum machine," kata Erwin saat konfrensi pers di Kantor Bareskrim, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).

Dua kotak tersebut tak bisa lolos dari pemeriksaan x-ray, sehingga petugas bea cukai yang mengetahui hal itu langsung melalukan pengecekan terhadap penerima barang yakni Dadang Firmansyah (34) dan Waluyo (42) yang beralamat di Villa Mutiara Gading 2 Blok F Nomor 9 A RT007/016, Karang Satria, Tambun Utara, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

"Tapi berdasarkan ahli analisa x-ray yang kami miliki, kami lihat ini bukan vacum machine. Ini kargo, jadi ngga ada pengirimnya, kalau ada orangnya bisa langsung kami eksekusi, makanya kami lakukan control delivery," ucapnya.

Terselamatkan

Sementara itu, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan satu butir ekstasi masih bisa dipecah menjadi empat butir. Sehingga apabila diestimasi, sebanyak 2,4 juta orang terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Ini satu butir masih bisa dipotong dibelah jadi empat butir. Kalau satu orang satu butir, maka apabila 600.000 butir dikalikan empat,  sama dengan 2,4 juta. Itu sama seperti populasi setengahnya orang Bogor, bisa teler," ungkap Ari. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help