WartaKota/

Ada SPBU di Serpong Nunggak Pajak Hingga Ratusan Juta

SPBU di jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Kota Tangerang Selatanternyata kedapatan menunggak pajak hingga ratusan juta rupiah.

Ada SPBU di Serpong Nunggak Pajak Hingga Ratusan Juta
istimewa
Saat tim pajak Bapenda mendatangin SPBU di Tangsel 

WARTA KOTA, SERPONG -- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bernomor 34.15314 di jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata kedapatan menunggak pajak hingga ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Pajak Daerah 1 Bapenda Tangsel, Indri Yuniandri mengungkapkan sudah datang ketiga kalinya ke SPBU tersebut, akan tetapi tetap tidak ada penyelesaian yang dilakukan oleh pihak penungak pajak.

"Namun tetap tidak ada itikad baik dari pemilik usaha ini. Padahal, jumlah pajak yang harus disetorkan berjumlah Rp 105 juta," kata Indri melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/11/2017).

Bersama dengan lima orang petugas penarik pajak, Indri mengunjungi SPBU yang berada di wilayah Tangsel dengan membawa berkas wajib pajak tertunggak untuk menagih pajak yang seharus dibayarkan.

”Untuk penuhi target PBB ini, saya bersama tim menyisir seluruh SPBU yang ada di Tangsel. Sedikitnya ada 15 dari 35 yang kita data belum membayarkan PBB nya kepada Bapenda," jelasnya.

Ia mengungkapkan, sebagian SPBU langsung bayar dan karena jumlahnya tidak banyak, namun berbeda dengan SPBU 34.15314 hanya bayar tahun 2017 tetapi 6 tahun sebelumnya belum dibayar.

”Tempat usaha masih aktif sampai sekarag, bahkan cenderung ramai, besar, ada tempat usaha seperti restoran dan salon mobil, jadi nggak ada alaasa tidak ada anggaran untuk bayar pajak, kan memang kewajiban,” paparnya.

Tak hanya SPBU, sejumlah tempat usaha seperti rumah sakit dan gudang juga ikut didatangi karena masih belum memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak.

”Kita datangi sejak Senin kemarin, per lima hari kita follow up, kalau sampai tiga kali tidak bayar juga, terpaksa kita ambil tindakan, dengan memasang spanduk tanah ini belum bayar pajak,” kata Indri.

Indri mencatat beberapa perusahaan dan wajib pajak yang enggan bersikap kooperatif dalam pemenuhan kewajiban ini.

"Seperti beberapa rumah sakit dan sebuah gudang yang ada di kecamatan Serpong. Kita tagih terus, ini juga dengan bantuan media saya mau nmenyadarkan mereka, kalau bayar pajak itu penting,” kata ibu

Ke depannya untuk meminimalisasi jumlah perusahaan dan pemilik tanah yang enggan membayar pajak, Bapenda akan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Kota Tangsel.

”Jadi nanti kalau ada SPBU mau uji tera harus bayar pajak dulu, kalau nggak, hasil ujinya tidak boleh keluar. Uji tera kan penting untuk SPBU, karena kepercayaan masyarakat ada di uji tera tersebut,” ujarnya. (M9)

Penulis: Alija Berlian Fani
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help