Hati-hati, Banyak Ceceran Tanah di Jalan Sunter Permai Raya

"Kalau lagi cuaca terik, jalannya berdebu. Sementara kalau hujan, jalanannya menjadi licin. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara motor.."

Hati-hati, Banyak Ceceran Tanah di Jalan Sunter Permai Raya
Warta Kota/Junianto Hamonangan
KONDISI Jalan Sunter Permai Raya, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sangat berdebu akibat ceceran tanah yang mengering, Selasa (21/11/2017). Jika hujan, lokasi ini tentu akan membahayakan para pengguna motor karena licin dan bisa tergelincir. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN --- Kondisi Jalan Sunter Permai Raya, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikeluhkan para pengendara khususnya sepeda motor. Pasalnya saat ini jalan tersebut banyak terdapat ceceran tanah bekas galian sehingga membahayakan para pengendara sepeda motor.

Pantauan di lapangan, Selasa (21/11/2017), ceceran tanah bekas galian di lokasi tersebut panjangnya sekitar 700 meter mulai dari depan Taman Bersih Manusiawi dan Wibawa (BMW) hingga persimpangan Jalan Danau Sunter Barat.

Kondisi paling parah terdapat di tikungan depan Taman BMW hingga depan kantor Panwaslu Jakarta Utara dan eks Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Utara dimana tanahnya sudah mengering dan banyak butiran kerikil.

Salah seorang pengendara motor, Indra (32) mengatakan kondisi tersebut diduga sudah terjadi sejak Sabtu (17/11/2017) lalu. Alhasil dengan kondisi jalan yang berdebu dan banyak ceceran tanah, membuat keselamatan Indra dan pengendara motor lainnya terancam.

"Kalau lagi cuaca terik, jalannya berdebu. Sementara kalau hujan, jalanannya menjadi licin. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara motor karena bisa tergelincir dan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas," katanya, Selasa (21/11).

Alhasil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Indra pun memilih untuk tidak memacu kendaraannya dengan cepat. Ia mengaku untuk berusaha mengendarai motornya dengan sangat pelan agar tidak celaka.

"Saya berharap petugas bisa segera menindaklanjuti masalah tersebut sebelum ada jatuh korban. Jangan setelah ada kejadian, baru dikerjain," ucapnya.

Terkait hal tersebut, Camat Tanjung Priok, Syamsul Huda, mengatakan kewenangan untuk mengatasi banyaknya ceceran tanah yang ada di wilayahnya merupakan tugas Suku Dinas Bina Marga.

Menurutnya kendaraan yang keluar dari Taman BMW kondisinya memang sudah harus bersih. Sehingga tidak ada lagi tanah bekas galian yang berceceran di jalan. Namun demikian pihaknya sudah berkoordinasi ke pihak terkait agar masalah tersebut bisa segera ditangani.

"Itu kewenangan Sudin Bina Marga. Harusnya memang kendaraan yang keluar dari Taman BMW dibersihkan dulu dan yang membersihkan dari Bina Marga. Kita juga sudah laporkan kondisi tersebut agar ditindaklanjuti," katanya. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help