Walkot Marah Banjir di Bekasi Akibat Human Error

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, marah begitu tahu empat RT di Kelurahan Ciketingudik, Bekasi terendam banjir hingga sepekan terakhir.

Walkot Marah Banjir di Bekasi Akibat Human Error
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyegel dua pabrik yang berdiri di bantaran Kali Bekasi, Kecamatan Bantargebang pada Rabu (4/10/2017). 

WARTA KOTA, BEKASI -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, marah begitu tahu empat RT di Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi terendam banjir hingga sepekan terakhir. Apalagi banjir di sana bukan disebabkan oleh musim hujan, namun adanya kesalahan manusia (human error) dalam proyek penggalian saluran di dekat kantor kelurahan setempat.

"Banjir ini bukan kibat cuaca hujan, melainkan karena adanya "human error" yang disinyalisasi terjadi karena kesalahan dari pengerjaan penggalian saluran," kata Rahmat dengan nada tinggi saat mendatangi warga setempat pada Senin (20/11) siang.

Pernyataan keras itu disampaikan Rahmat di hadapan aparatur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi yang ikut mendampinginya. Rahmat lalu menginstruksikan Dinas PUPR agar segera mengatasi persoalan itu.

Dengan demikian, banjir yang menggenangi warga bisa segera surut dan warga bisa bisa kembali beraktivitas seperti biasa. "Saya juga minta ke Lurah dan Camat supaya buat surat pengajuan lahan di dekat TPA untuk ditetapkan sebagai penampungan polder Air untuk kepentingan warga sekitar," ujarnya.

Banjir yang menggenangi kawasan Ciketing Udik sejak sepekan terakhir membuat sebagian besar warga mengungsi ke lokasi itu. Adapun banjir ini melanda empat RT yakni RT 04/01 dan RT 01, 02 dan 03 di RW 03. Penyebab banjir di sana akibat adanya proyek penggalian gorong-gorong saluran pembuangan air. Awalnya, di dekat kantor kelurahan itu terdapat saluran pembuangan air dengan diameter 60 sentimeter.

Rahmat menyatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi juga telah memberikan bantuan logistik untuk warga setempat. Misalnya makanan instan, selimut, pampers, pakaian dan sebagainya.

Kapolsek Bantargebang Komisaris Siswo menambahkan, pihaknya juga memberi bantuan sembako ke petugas BPBD Kota Bekasi di dapur umum yang berlokasi di gudang Kemendikbud. "Bantuan yang diberikan oleh Bhayangkari Ranting Bantargebang berupa sembako dan langsung dimasak di dapur umum," kata Siswo.

Siswo mengatakan, banjir yang melanda permukiman setempat kini kian surut. Pada Senin (20/11) petang, ketinggian air berada di ketinggian sekitar 50 sentimeter. "Penyebab terjadinya banjir karena adanya perbaikan saluran air dan sekarang saluran air tersebut sudah berfungsi," ujar Siswo. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help