Korupsi KTP Elektronik

Tiang Listrik yang Ditabrak Setya Novanto Jadi Lokasi di Google Maps

Setelah sebelumnya keluar sejumlah aplikasi permainan, kini tiang listrik tersebut resmi menjadi salah satu lokasi di aplikasi Google Maps.

Tiang Listrik yang Ditabrak Setya Novanto Jadi Lokasi di Google Maps
Screenshot/google.com
Setelah sebelumnya keluar sejumlah aplikasi permainan simulasi mobil dan tiang listrik, kini tiang listrik tersebut resmi menjadi salah satu lokasi di aplikasi Google Maps. 

Laporan Wartawan wartakotalive.com Banu Adikara

WARTA KOTA, KEBAYORANLAMA - Kasus kecelakaan tunggal yang menimpa tersangka kasus korupsi KTP-e, Setya Novanto di kawasan Permata Hijau, Kebayoranlama, Jakarta Selatan pekan lalu masih dijadikan bulan-bulanan oleh para warganet.

Setelah sebelumnya keluar sejumlah aplikasi permainan simulasi mobil dan tiang listrik, kini tiang listrik tersebut resmi menjadi salah satu lokasi di aplikasi Google Maps.

Untuk menemukannya, pengguna aplikasi hanya perlu mengetik "Tiang Listrik Setya Novanto" di kolom search.

Lokasi yang ditunjukkan pun akurat, yakni di Jalan Permata Berlian, tepat di persimpangan jalan menuju arah perempatan Permata Hijau.

Ulah iseng pengendara motor, mereka berhenti di lokasi bekas kecelakaan Ketua DPR Setya Novanto, kemudian berfoto dengan latar belakang tiang listrik yang
Ulah iseng pengendara motor, mereka berhenti di lokasi bekas kecelakaan Ketua DPR Setya Novanto, kemudian berfoto dengan latar belakang tiang listrik yang "mendapat" kiriman karangan bunga dari warga, sambil mengacungkan dua jari simbol victory (kemenangan) pada Jumat (17/11/2017) malam. (Warta Kota/Hamdi Putra)

Tak hanya itu, klasifikasi lokasi tibang listrik itu juga dimasukkan dalam kategori movie studio, atau teater bioskop.

Terlepas apapun maksudnya, beberapa warganet mengapresiasi hal tersebut sebagai salah satu bentuk hukuman sosial kepada Setnov.

"Saya lihatnya itu bentuk sarkasme. Bagus sih. Seolah-olah, pengunggah lokasi tersebut seperti ingin berkata bahwa kasus kecelakaan Setnov di sana tidak lebih dari sebuah drama yang diatur sedemikian rupa untuk menghindari panggilan KPK," ujar Purnomo (35), salah satu warganet.

Penulis: Banu Adikara
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved