Tahun Depan Tidak Sembarang Orang Bisa membeli Elpiji 3 Kg

Sejak dua pekan ini gas 12 kilogram mengalami kenaikan rata-rata Rp 10.000. Meski demikian pasokan gas mencukupi

Tahun Depan Tidak Sembarang Orang Bisa membeli Elpiji 3 Kg
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Inilah barang bukti yang disita polisi dari tiga jaringan pengoplos gas.Polisi memamerkan barang bukti ini saat jumpa pers pada Kamis (21/5/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sejak dua pekan ini elpiji 12 kilogram mengalami kenaikan rata-rata Rp 10.000.

Dari sebelumnya Rp 145.000 menjadi Rp 155.000. Namun pasokan cukup.

Menurut H. Rahmat (60) salah satu agen gas di bilangan Kalibata Jakarta Selatan kenaikan ini dipicu kebijakan Pemerintah yang ingin mengurangi penggunaan gas bersubsidi.

Meskipun demikian sampai sekarang gas 3 kilogram (gas bersubsidi_red) justru belum naik. Harganya tetap Rp 16.000.

Ia menjelaskan, awal tahun rencananya Pemerintah akan menerapkan kebijakan pembatasan pembelian gas 3 kilogram.

Selama ini masyarakat hanya diimbau untuk tidak membeli elpiji  3 kilogram namun bisa bebas membeli kapanpun dan di manapun.

Mulai awal tahun, hanya masyarakat yang memiliki kupon saja yang boleh membeli gas 3 kilogram. 

Kupon ini hanya diberikan kepada masyarakat yang benar dianggap miskin.

Kupon ini diberikan pihak Wali Kota dan hanya bisa ditukarkan di agen yang ditunjuk. Artinya gas 3 kilogram yang bersubsidi di agen yang ditunjuk. Tidak bisa lagi ditemui di sembarang agen.

"Sekarang ini kan gas 3 kilogram buat orang miskin tapi yang nggak miskin juga tetap beli yang 3 kilogram daripada yang 12 kilogram karena lebih murah," ujar H. Rahmat kepada Warta Kota, Selasa (21/11).

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help