Anak Punk dan Jukir Ngamuk di Saat Dirazia Sudinsos dan Satpol PP

Mereka semua menolak disebut sebagai gelandangan dan mengaku apabila mereka merupakan pedagang minuman.

Anak Punk dan Jukir Ngamuk di Saat Dirazia Sudinsos dan Satpol PP
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sejumlah kalangan PMKS diringkus di DKI Jakarta, Selasa (21/11/2017). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Suku Dinas Sosial beserta Satpol PP Jakarta Pusat melakukan razia terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di depan Blok G Pasar Tanah Abang, Jalan Kebon Jati, pada Selasa (21/11/2017).

Pantauan Warta Kota, banyak sebanyak 7 PMKS terjaring dan diamankan petugas.

Mereka semua menolak disebut sebagai gelandangan dan mengaku apabila mereka merupakan pedagang minuman.

Banyak juga dari mereka yang meronta-ronta saat dibawa petugas menuju mobil patroli.

"Saya bukan gelandangan Pak! Dagangan saya di dalam, kenapa saya dibawa?" kata seorang PMKS saat proses penertiban di lokasi.

Selain 7 PMKS, terdapat pula 1 orang yang awalnya diduga preman. Ia membela rekan-rekannya yang dibawa oleh petugas. Sempat terjadi peristiwa tarik-menarik antara sirinya dan petugas Satpol PP.

"Pak jangan dibawa, apa-apaan nih?" keluh pria tersebut.

Sementara itu, Kasie PPNS dan Penindakan Satpol PP Jakarta Pusat, Santoso mengatakan 1 orang juga diamankan bukan lah preman setempat.

"Itu bukan preman, mereka anak punk, saat diamankan dia ada di dekat para PMKS dan membela mereka juga," kata Santoso.

Ada pula 2 orang juru parkir beserta 1 orang pemulung yang turut dibawa petugas.

Santoso menambahkan mereka akan dibina dibawah Sudinsos Jakarta Pusat dan ditempatkan di PSBU BD 2 Cipayung, Jakarta Timur.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help