WartaKota/

Istrinya Meninggal Saat Mengamen, Kuli Panggul Ini Menolak Empat Anaknya Diasuh di Panti Sosial

Tawaran tersebut, lanjutnya, merujuk pada kenyataan bahwa sang ayah terjebak dalam kemiskinan.

Istrinya Meninggal Saat Mengamen, Kuli Panggul Ini Menolak Empat Anaknya Diasuh di Panti Sosial
infonitas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, CILANDAK - Usai ditinggal istrinya, Anik (40), pengamen yang tewas terjatuh dari bus Kopaja 605A jurusan Blok M-Kampung Rambutan pada Jumat (17/11/2017) pekan lalu, Cahyana mengaku masih mampu merawat keempat anaknya.

Meski, hidup Cahyana semakin tertatih akibat berpulangnya sang istri. Keputusan itu disampaikan Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Jakarta Selatan Ansorie, sesaat setelah Cahyana menandatangani penyerahan jenazah Anik usai dimandikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jumat (17/11/2017).

Warga Jalan H Ali RT 05/04 Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur itu menolak tawaran pihak Dinas Sosial, yang berharap agar keempat anaknya dapat diasuh dan disekolahkan di panti sosial.

Baca: Raja Salman Dipastikan Tetap Berikan Ganti Rugi kepada Korban Jatuhnya Crane

Keempat anak Cahyana adalah Daus yang kini bersekolah kelas satu di SMK Pertiwi, Andre yang kini tidak sekolah tetapi bekerja sebagai tukang cuci motor dekat rumahnya karena tidak memiliki biaya, Sabila yang sekarang duduk di kelas dua SDN 06 Pagi Kramatjati, dan Angga Aditya yang kini berusia lima tahun

"Anaknya ada enam. Kakak pertama namanya Kokom, sudah menikah punya anak dua. Kakak kedua namanya Ibat, sudah menikah juga, anaknya satu. Jadi ada empat anaknya yang masih dalam tanggungan. Kami tawarkan agar anaknya diasuh di panti agar bisa terdidik dan bersekolah," ungkap Ansorie, Minggu (19/11/2017).

Tawaran tersebut, lanjutnya, merujuk pada kenyataan bahwa sang ayah terjebak dalam kemiskinan. Pendapatan Cahyana menurutnya tidak dapat mencukupi kebutuhan empat anak yang masih dalam tanggung jawabnya.

Baca: Pencurian Kambing Bermodus Potong di Kandang dan Sisakan Jeroan Kembali Terjadi di Depok

"Kami berharap agar tawaran bisa diterima, tujuannya agar anaknya punya masa depan yang lebih baik dan tidak kembali ke jalan (mengamen)," jelas Ansorie.

Diberitakan sebelumnya, usai mengamen bersama anaknya, Angga (5) di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Anik (40) ditemukan tewas di pinggir jalan.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help