Permintaan Fogging Diacuhkan, Warga Bekasi Urunan dan Minta Bantuan ke Partai Politik

Merasa permintaan untuk fogging diacuhkan pemerintah, warga Bekasi meminta bantuan ke partai politik.

Permintaan Fogging Diacuhkan, Warga Bekasi Urunan dan Minta Bantuan ke Partai Politik
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Warga RW 06 di Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara urunan untuk mengadakan fogging atau pengasapan anti nyamuk. 

WARTA KOTA, BEKASI-Akibat pengajuan fogging (pengasapan nyamuk) diacuhkan Pemerintah Kota Bekasi, warga RW 06 di Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi meminta bantuan ke sejumlah partai politik.

Mereka khawatir terjangkit demam berdarah dengue (DBD), karena beberapa bulan lalu sudah ada warga setempat yang meninggal dunia.

"Ada tiga warga yang terkena DBD, satu di antaranya meninggal dunia. Kami tidak ingin hal itu terulang kembali," kata Ketua RW 06, Triana pada Minggu (19/11/2017).

Triana mengatakan, beberapa waktu lalu sudah mengajukan permohonan fogging dari tingkat kelurahan hingga dinas terkait.

Namun permintaan itu tidak ditanggapi. Bahkan petugas menyebut pelaksaan fogging akan berjalan sia-sia, bila tidak diiringi kesadaran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Menurut dia, warga sangat kecewa mendengar pernyataan petugas. Tidak ingin berlarut dalam persoalan ini, mereka kemudian patungan untuk melaksanakan fogging mandiri sebesar Rp 10.000 setiap Kepala Keluarga (KK).

"Alhamdulillah fogging waktu itu terlaksana, hasil pengumpulan uang warga sebesar Rp 2,5 juta untuk tujuh RT di RW 06," ujarnya.

Namun, kata dia, penyakit DBD kembali mengancam. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan, sehingga rawan terdapat genangan yang memicu sarang nyamuk.

"Setiap dua pekan kami rutin mengadakan kerja bakti untuk membersihkan saluran air, termasuk barang bekas yang bisa menimbulkan genangan dan lainnya. Namun kalau tidak dibantu dengan fogging, yah kami tetap khawatir," jelasnya.

Karena itu, kata dia, warga meminta ke sejumlah partai politik. Beruntung Partai Persatuan Indonesia (Perindo) cepat merespon permohonan warga, dua pekan kemudian.

"Tidak butuh waktu lama, kita ajukan ke DPD dan mereka menyiapkan alatnya langsung menyemprot (fogging) di RW kami," kata Triana.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help