Manfaatkan Layanan Aduan di Kecamatan Kelapa Gading, Henry Keluhkan Kucing Liar

Pelayanan yang digelar pada pukul 08.00-11.00 WIB itu tentu saja dimanfaatkan sejumlah warga

Manfaatkan Layanan Aduan di Kecamatan Kelapa Gading, Henry Keluhkan Kucing Liar
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kantor Kecamatan Kelapa Gading membuka layanan pengaduan warga, Sabtu (18/11). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

WARTA KOTA,  KELAPA GADING -- Kantor Kecamatan Kelapa Gading membuka layanan pengaduan warga sesuai dengan yang diperintahkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pelayanan yang digelar pada pukul 08.00-11.00 WIB itu tentu saja dimanfaatkan sejumlah warga untuk mengadu.

Pantauan di lokasi, lobi Kantor Kecamatan Kelapa Gading sudah dipenuhi petugas yang siap melayani warga. Makanan dan minuman pun juga sudah disajikan di atas meja untuk disantap warga yang mengadu.

Salah satu warga yang memanfaatkan layanan tersebut adalah Henry. Setibanya di lobi Kantor Kecamatan Kelapa Gading, warga Pegangsaan Dua tersebut langsung menuju meja yang telah disediakan untuk mengambil formulir pengaduan.

Selanjutnya ia mengisi formulir tersebut untuk melaporkan apa yang selama ini dikeluhkan. Henry mengatakan kedatangannya kali ini untuk mengadukan banyaknya kucing liar di kawasan tempat tinggalnya.

"Kucing liarnya suka buang kotoran di halaman rumah. Selain itu juga suka berkelahi di atap rumah sehingga genteng pada rubuh," ungkapnya, Sabtu (18/11)..

Menurut Henry, keberadaan kucing-kucing itu memang sudah sangat meresahkan warga yang tinggal di kawasan tersebut. Pasalnya hewan berkaki empat tersebut suka mencuri makanan dari dalam rumah warga.

Camat Kelapa Gading, Manson Sinaga mengungkapkan layanan pengaduan warga yang dilakukan pihaknya sesuai dengan Ingub Nomor 135 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Penerimaan Aduan Masyarakat di Tingkat Kecamatan.

Menurut Manson, hari pertama layanan yang digelar di kantornya hanya ada tiga orang warga yang mengadu ke kantor kecamatan. Dua di antaranya mengadukan tentang saluran air dan satu lainnya tentang keberadaan kucing liar.

"Selain itu ada juga warga yang hanya mengambil formulir, mungkin materinya belum siap. Selanjut untuk warga yang sudah mengadu, akan dikoordinasikan dengan satpel terkait seperti saluran air oleh SDA dan kucing oleh KPKP," ucapnya.

Namun apabila ternyata ada kewenangan tingkat kota untuk menyelesaikan masalah yang ada, maka pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke tingkat kota. Dalam kesempatan itu Manson juga mengundang RT, RW, LMK, dan tokoh masyarakat setempat untuk ikut hadir.

"Ini agar mereka melihat langsung dan mengetahui bahwa di kecamatan ada pelayanan seperti ini. Sehingga kegiatan ini bisa dinfokan ke warga dan harapan kita warga yang ngadu bisa meningkat. Asal benar yah, bukan mengada-ada," ujarnya. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help