RAPBD Tangsel 2018 Rp 3.428 Triliun

Ada pun rincian rencana belanja anggaran yang akan dipergunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 836 miliar.

RAPBD Tangsel 2018 Rp 3.428 Triliun
WARTA KOTA/ALIJA BERLIAN FANI
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie di Puspitek, Setu, Tangsel, Senin (6/11/2017). 

WARTA KOTA, SETU - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2018, dalam rapat paripurna bersama DPRD Kota Tangsel, Kamis (16/11/2017).

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan, RAPBD 2018 untuk Kota Tangsel sebesar Rp 3.428 triliun.

Ada pun rincian rencana belanja anggaran yang akan dipergunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 836 miliar, terdiri dari belanja pegawai sekitar Rp 763 miliar, dan belanja hibah Rp 63 miliar.

Baca: Tunawisma Penjual Kopi Ini Sempat Jabat Tangan Jokowi Sebelum Bedengnya Digusur

"Belanja bantuan sosial sekitar Rp 2 miliar, belanja bantuan keuangan kepada provinsi atau kabupaten atau kota, pemerintah desa, dan partai politik sekitar Rp 2 miliar, dan belanja tidak terduga sebesar hampir Rp 4 miliar," kata Benyamin melalui keterangan tertulis, Jumat (17/11/2017).

Untuk belanja langsung, direncakan sekitar Rp 2.591 triliun. Ada pun belanja langsung ini nantinya untuk belanja pegawai sekitar Rp 389 miliar, belanja barang dan jasa sekitar Rp 916 miliar, dan belanja modal sekitar Rp 1.285 triliun.

“Dengan komposisi belanja daerah di mana belanja tidak langsung sebesar 24,31 persen, belanja langsung sebesar 75,59 persen, diharapkan RAPBD 2018 ini dapat mengakomodir prioritas pembangunan, sebagaimana Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018,” tuturnya.

Baca: Begini Aktivitas Purwati Berkeliling Menjual Kopi, Seharian Cuma Kantongi Rp 50 Ribu

Benyamin juga mengatakan, pada RAPBD 2018 ini, akan ada pula pengeluaran pembiayan yang dialokasikan sebesar Rp 22 miliar untuk penyertaan modal PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS), sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangsel.

“Sesuai dengan ketentuannya, ada pula pengeluaran untuk penyertaan modal PT PITS. Dengan tujuan utama pada kurun lima tahun ke depan, merencanakan, dan mengembangkan unit-unit usaha yang bergerak dalam bisnis atau kegiatan usaha dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangsel,” paparnya. (*)

Penulis: Alija Berlian Fani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help