PAUD Penting Tapi Pengelolaannya di Jakarta Amburadul

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dinilai penting. Ironisnya, pengelolaan PAUD di Jakarta amburadul dan harus dievaluasi.

PAUD Penting Tapi Pengelolaannya di Jakarta Amburadul
Tribunnews.com
Ashraf Ali 

WARTA KOTA, PALMERAH-Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut pendidikan anak usia dini (PAUD) punya berperan penting dalam pendidikan di Jakarta. 

"PAUD dan Dikmas berperan penting dalam membangun pondasi kokoh bagi perkembangan intelektualitas dan emosi anak pra sekolah," ujar Anies saat membuka gelaran Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) DKI Jakarta Tahun 2017 di halaman kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).

Dia juga mengukuhkan para Bunda PAUD masa bakti 2017-2022, yakni Fery Farhati untuk tingkat Provinsi, Yetty Hernawati di Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara, serta Irma Achdijati untuk Tingkat Kabupaten Kepulauan Seribu.

Anies mengimbau insan pendidikan agar berkomitmen tinggi dalam menjalankan fungsi pendidikan dan perlindungan bagi setiap anak.

Ironisnya, kata anggota Komisi E DPRD DKI Ashraf Ali, pengelolaan PAUD di Jakarta amburadul. 

Bahkan tahun 2017 separuh dana Bantuan Operasional Pemerintah (BOP) Dana Alokasi Khusus (DAK) tak bisa tersalurkan ke seluruh PAUD di Jakarta.

BOP DAK dari pemerintah pusat untuk 3.000-an PAUD di Jakarta nilainya Rp 80 milliar.

Tapi tahun 2017 ini hanya bisa disalurkan Rp 50 milliar.

Sisanya tertahan karena amburadulnya pengelolaan PAUD di Jakarta.

Penyebab tak tersalurkannya BOP DAK PAUD, kata Ashraf, lantaran banyak PAUD yang masih dikelola masyarakat, tak memiliki alamat tetap, serta tak memiliki izin dari Pemprov DKI.

"Terlalu banyak PAUD yang lokasinya numpang di rumah warga, ketua RT, bahkan pos RT/RW. Tak bisa disalurkan jadinya BOP DAK-nya. Bahkan Pemprov DKI tak bisa memberikan keringanan soal izin terhadap PAUD. Soalnya kalau mau dapat BOP DAK itu harus punya izin. Yah ini izinnya saja tak dikasih," tambah Ashraf.

Makanya Ashraf menilai gubernur tak perlu terlalu banyak menggelar kegiatan-kegiatan acara simbolis sebelum pengelolaan PAUD di Jakarta dibenahi total.

Acara PAUD yang megah dan meriah tapi kondisi di lapangan amat buruk sama saja mempermalukan gubernur.

Bahkan Ashraf menilai semestinya Anies memeriksa dan mengevaluasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang tergolong gagal mengelola PAUD.

"Ini harus segera dibenahi oleh Pemprov DKI. Sayang kan dana sebesar itu tak bisa disalurkan hanya karena PAUD tak dikelola benar," jelas Ashraf.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help