Bangunan Liar Jadi Salah Satu Penyebab Sejumlah Kali di Jakbar Menyempit

Menurut Imron, sejumlah kali di Jakarta Barat kini mengalami penyempitan sehingga aliran air tidak lancar mengalir.

Bangunan Liar Jadi Salah Satu Penyebab Sejumlah Kali di Jakbar Menyempit
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Keberadaan bangunan liar, juga membuat saluran air pun menjadi tersumbat lantaran menumpuknya sampah dan sedimen lumpur. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Barat, Imron Syahrin, membenarkan apabila adanya bangunan liar berdiri, menyebabkan kali menjadi menyempit dan dangkal.

Menurut Imron, sejumlah kali di Jakarta Barat kini mengalami penyempitan sehingga aliran air tidak lancar mengalir.

"Pendangkalan serta penyempitan ini hampir terjadi dibeberapa titik, seperti Kali Angke Hulu dan Pesanggrahan, serta Kali Sekretaris. Salah satu penyebabnya kebanyakan ada bangunan di sisi kalinya, Kamis (16/11/2017).

Ia menerangkan, terhadap normalisasi kali dan penataan kampung di pinggiran kali, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 telah menganggarkan sekitaran Rp 206 Milyar.

Rinciannya Rp 10 Milyar untuk penataan kampung, serta Rp 196 Milyar untuk tata kelola air.

"Agar memperlancar aliran air di kawasan itu, bangunan liar dan memang pemukiman harus direlokasi. Sebab, keberadaan pembangunan membuat kali kali menyempit, mengganggu aliran air. Seperti di kali sekretaris di kawasan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk. Lebar kalinya di sana sekitar 2 - 1,5 meter. Padahal, idealnya kali disana harusnya 13 meter. Mungkin ribuan rumah yang ada di sana penyebabnya. Mereka memenuhi badan kali," paparnya

Dikatakan Imron, terhadap normalisasi, dirinya melihat di beberapa titik yang harus dibenahi. Antara lain, kawasan Angke hulu di belakang Kawasan Green garden yang diketahui hampir 500 bangunan dipinggiran Kali.

"Kemudian Kawasan Kali Smonggol, Kalideres ada 200 rumah. Di Kawasan Kali Sekretaris itu ada sekitaran ribuan rumah, serta di Kawasan Kali Pesanggrahan yang melintas dari Kebon Jeruk hingga Kembangan yang diketahui juga terdapat ribuan rumah. Bila semua kali kali itu dibenahi serta bangunannya di relokasi, bukan tak mungkin daya tampung air menjadi banyak ya. Termasuk juga pemasangan turap. Setelah dinormalisasi, dab diperlebar, turap terpasang, kali kali kemudian akan bebas banjir. Semoga tahun depan bisa dilakukan," ucapnya kembali. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved