Polri: Angka Kecelakaan Lalu-lintas di Indonesia Termasuk Tertinggi di ASEAN

Kepala Kepolisian RI mengemukakan, tingkat kecelakaan lalu-lintas di Indonesia termasuk yang tinggi di ASEAN.

Polri: Angka Kecelakaan Lalu-lintas di Indonesia Termasuk Tertinggi di ASEAN
warta kota/Soewidua Henaldi
Dokumentasi Warta Kota -- Sedikitnya tiga orang tewas dan dua lainnya terluka parah pada peristiwa kecelakaan di Jembatan Cimandeng, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/7/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH --  Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengemukakan bahwa tingkat kecelakaan lalu-lintas di Indonesia termasuk yang tinggi di antara negara-negara ASEAN.

"Masalah lalu-lintas yang paling tinggi adalah kecelakaan di jalan. Korbannya lebih banyak daripada jumlah korban kasus terorisme," kata Tito saat membuka Forum Polantas ASEAN 2017 di Jakarta, Rabu.

Pada forum bertajuk Kerja Sama Global untuk Menciptakan Keselamatan Berlalu Lintas di Negara-negara ASEAN itu Tito mengemukakan, enam negara yang angka kecelakaan lalu-lintasnya sama-sama tinggi ialah Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Laos.

"Angka kecelakaan lalu-lintas di Malaysia dan Thailand mencapai lima kali angka kecelakaan di Singapura," ungkapnya.

Sementara Brunei Darussalam dan Singapura tercatat memiliki tingkat kecelakaan lalu-lintas terendah dalam lingkup ASEAN.

"Hanya Brunei dan Singapura yang memiliki jalur lalu-lintas paling baik dan angka kecelakaannya terendah di Asean. Selamat kepada Brunei dan Singapura," ujarnya.

Dia menambahkan, tingkat kecelakaan lalu-lintas di Singapura tercatat hampir mendekati negara-negara dengan sistem lalu-lintas terbaik di dunia yakni Belanda dan Inggris.

Kepala Korps Lalu-lintas Polri, Inspektur Jenderal Royke Lumowa, memaparkan, jumlah korban kecelakaan lalu-lintas di Indonesia mencapai 28.000-30.000 iwa per tahun.

"Kecelakaan lalu-lintas di Indonesia termasuk tinggi. (Menduduki) rangking 2 sampai 3 dalam lingkup ASEAN. Angka kecelakaan ini jauh lebih tinggi dibanding jumlah korban kasus terorisme, bencana tsunami, bencana banjir," papar Royke Lumowa.

Lumowa juga menjelaskan bahwa Forum Polantas ASEAN 2017 merupakan ajang yang ditaja untuk saling berbagi terkait penegakkan hukum lalu-lintas, keselamatan berkendaraan, memperbaiki sistem hukum di wilayah ASEAN serta menjalin kerja sama antarkepolisian lalu lintas negara-negara ASEAN.

Halaman
12
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved