WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Jakarta Timur Paling Rawan Kusta

Jumlah penderita kusta di Jakarta mencapai 311 orang. Paling banyak tinggal di Jakarta Timur.

Jakarta Timur Paling Rawan Kusta
Warta Kota/Theo
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu Yohei Sasakawa, Ketua The Nippon Foundation dan Duta WHO untuk penyakit kusta di Balaikota DKI. 

WARTA KOTA, GAMBIR-Sebanyak 311 warga Jakarta terjangkit penyakit kusta sepanjang tahun 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, mengatakan sebanyak 311 pasien sampai saat ini merupakan pasien baru maupun pasien lama.

"Pada 2017 angka pencapaian pasien baru sangat tinggi karena kami aktif melakukan pendeteksian secara dini agar tidak ada cacat," ujar Koesmedi. Daerah tertinggi adalah Jakarta Timur.

Provinsi DKI Jakarta sudah bebas penularan kusta sejak tahun 2011.

Sejak awal tahun 2017 hingga September, ditemukan kasus baru tanpa cacat di Jakarta sebesar 71 persen.

"Kami banyak dibantu kelompok-kelompok mantan penyandang kusta dan persatuan perawat Indonesia, untuk menangani pasien kusta," tambah Koesmedi.

Adapun kecamatan dengan kasus kusta tertinggi di antaranya Cakung, Cilincing, Kramat Jati, dan Kali deres.

Kebanyakan kasus kusta ditemukan di daerah panti sosial dan penjara.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan sejauh ini menyediakan delapan tempat kelompok perawatan dini yang melibatkan mantan penderita kusta sebagai motivator dan 'role model', salah satunya adalah Puskesmas Jatinegara.

Sementara Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan bertemu Yohei Sasakawa, Ketua The Nippon Foundation dan Duta WHO untuk penyakit kusta di Balaikota DKI, Rabu (15/11/2017).

Anies membahas kerjasama antara The Nippon Foundation dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penyakit kusta.

"Saya sangat mengapresiasi upaya Yohei mengatasi penyakit kusta. Kami berharap dapat menyeleraskan apa yang sudah dilakukan Yayasan Nippon dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan melakukan pencegahan ke depannya supaya penyakit ini dapat tuntas diberantas," ujar Anies.

Penyakit kusta sering kali disertai diskriminasi, meski dapat sembuh total tanpa cacat.

Hal ini yang kemudian menjadi konsentrasi Yohei Sasakawa untuk memberantas penyakit kusta di dunia.

"Saya sudah beberapa kali berkunjung ke rumah sakit di Jakarta, mereka juga bersikeras memberantas penyakit ini. Jika butuh bantuan, kami siap membantu," ucap Yohei.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help